Ingin mulai tabungan emas tapi masih ragu harus mulai dari mana? Kamu tidak perlu menebak-nebak harga untuk bisa mulai berinvestasi. Yang terpenting adalah memahami risikonya dan memulai dengan nominal kecil secara konsisten. Di usia 25–40 tahun, kebutuhan finansial semakin beragam, mulai dari dana darurat, pembelian aset, hingga persiapan pendidikan anak dan pensiun. Karena itu, dibutuhkan instrumen investasi yang aman, fleksibel, dan mudah diakses.
Di sinilah tabungan emas menjadi solusi yang relevan. Emas dikenal sebagai aset yang relatif stabil dan mampu menjaga nilai kekayaan dari inflasi. Kini, lewat layanan tabungan emas digital, kamu bisa berinvestasi secara bertahap dengan modal terjangkau, memantau saldo kapan saja lewat aplikasi, dan mencairkannya saat dibutuhkan. Praktis, aman, dan cocok untuk kamu yang ingin mulai membangun masa depan finansial dengan langkah sederhana namun konsisten.
Bersama Nunomics, kamu tidak hanya belajar menabung emas, tapi juga membangun kebiasaan finansial yang sehat, aman, dan sesuai prinsip ekonomi Syariah.
Apa Itu Tabungan Emas?
Tabungan emas adalah bentuk investasi emas di mana kepemilikan emas dicatat dalam satuan gram melalui aplikasi digital atau platform resmi. Saldo emas bisa dicairkan menjadi uang tunai atau diambil sebagai emas fisik. Praktis, fleksibel, dan bisa dimulai dengan modal terjangkau.
Sejalan dengan visi Nunomics, tabungan emas mendorong masyarakat membangun kemandirian finansial berbasis nilai ekonomi syariah. Emas sebagai aset riil berfungsi menjaga nilai kekayaan, menghindari spekulasi, serta menumbuhkan budaya menabung dan perencanaan keuangan yang sehat.
Emas Fisik VS Emas Digital
Emas fisik adalah emas dalam bentuk nyata yang bisa disentuh, seperti batangan, koin, atau perhiasan. Ketika kamu membeli emas fisik, kamu benar-benar memiliki logamnya secara langsung dan bisa menyimpannya sendiri di brankas rumah atau safe deposit box di bank.
Kepemilikan emas fisik memberikan rasa aman karena asetnya nyata. Emas fisik ini telah lama digunakan sebagai alat investasi dan penyimpan nilai karena kemampuannya melindungi kekayaan terhadap inflasi dan gejolak ekonomi. Kamu bisa menjualnya langsung di toko emas atau outlet resmi ketika membutuhkan likuiditas.
Nunomics memandang emas fisik sebagai aset riil yang memiliki nilai nyata dan dapat dimiliki secara langsung. Emas tidak hanya berfungsi sebagai penyimpan nilai, tetapi juga sebagai alat perlindungan kekayaan dari inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Karena sifatnya yang relatif stabil dan minim spekulasi, emas fisik cocok dijadikan bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang bagi keluarga.
Kelebihan emas fisik:
- Aset nyata yang bisa kamu pegang dan simpan sendiri.
- Cocok untuk tujuan jangka panjang atau warisan keluarga.
- Tidak bergantung pada teknologi digital.
Kekurangan emas fisik:
- Membutuhkan tempat penyimpanan aman dan biaya tambahan (brankas, asuransi).
- Modal awal relatif besar karena biasanya dijual per gram atau batangan.
- Proses jual-beli bisa lebih lama.
Emas digital adalah representasi kepemilikan emas yang tersimpan dan tercatat secara elektronikmelalui aplikasi atau platform investasi digital. Meskipun kamu tidak memegang fisiknya, setiap gram emas digital yang kamu miliki tetap didukung oleh emas fisik yang disimpan oleh penyedia layanan.
Dalam layanan tabungan emas digital, kamu mendapatkan bukti kepemilikan secara elektronik, yang menunjukkan saldo emas dalam gram. Kamu bisa melakukan transaksi beli atau jual dengan cepat, kapan saja melalui aplikasi di ponsel.
Nunomics menempatkan emas fisik secara digital sebagai pintu masuk edukasi finansial bagi masyarakat, terutama generasi produktif, agar dapat berinvestasi emas secara bertahap tanpa harus menyiapkan dana besar. Meskipun berbentuk digital, media ini tetap berbasis emas fisik sebagai aset dasarnya, sehingga sesuai dengan nilai ekonomi syariah dan mendorong kebiasaan menabung yang lebih terencana.
Kelebihan emas digital:
- Modal awal sangat terjangkau bahkan bisa mulai dari nominal kecil.
- Transaksi cepat dan mudah tanpa perlu menyimpan bentuk fisik.
- Tidak perlu biaya penyimpanan fisik atau risiko pencurian.
Kekurangan emas digital:
- Kamu tidak memegang fisiknya langsung, jadi kepemilikan bergantung pada platform penyedia layanan.
- Ada risiko teknis atau keamanan data jika platform tidak dikelola dengan baik.
- Biaya tertentu bisa dikenakan saat kamu ingin menarik emas digital menjadi emas fisik.
Aspek Keamanan
Pada investasi emas baik fisik maupun digital, keamanan adalah fondasi utama agar tujuan keuangan jangka menengah hingga panjang dapat tercapai tanpa risiko yang tidak perlu. Dalam program Nunomics, literasi keamanan ini menjadi bagian dari edukasi agar masyarakat memilih layanan dengan prinsip aman, legal, dan transparan berdasarkan nilai ekonomi syariah.
- Penyimpanan (Vault / Guarded Storage)
- Emas Fisik
Dalam modul Nunomics, masyarakat diajarkan pentingnya menyimpan emas fisik di lokasi yang aman seperti brankas bersertifikat atau safe deposit box yang bekerjasama oleh Kinesis Monetary Internasional, demi mengurangi risiko pencurian atau kerusakan.
- Emas Digital
Emas digital adalah bentuk investasi emas yang kepemilikannya dicatat secara elektronik melalui aplikasi atau platform digital. Kamu tidak memegang emas secara fisik, tetapi setiap gram emas digital didukung oleh emas fisik yang disimpan oleh penyedia layanan atau pengelola, sehingga saldo digital benar-benar merepresentasikan aset nyata. Investor emas digital mendapatkan bukti kepemilikan elektronik dan bisa melakukan transaksi beli atau jual melalui ponsel kapan saja, dengan modal awal yang relatif kecil dan proses yang lebih cepat dibandingkan transaksi emas fisik.
Dalam program Nunomics, emas digital dipilih sebagai instrumen menabung yang aman, praktis, dan berbasis aset riil. Setiap saldo emas didukung oleh emas fisik nyata yang disimpan di vault berstandar internasional melalui kerja sama dengan Kinesis Monetary International.
Dengan sistem ini, kamu bisa mulai menabung emas dari nominal kecil, memantau saldo secara digital, dan tetap memiliki aset yang nyata, transparan, serta selaras dengan prinsip ekonomi Syariah.
- Audit & Transparansi
Nunomics menekankan pentingnya memilih platform yang melakukan audit independen secara berkala. Audit ini memastikan:
- Jumlah emas fisik di vault sesuai dengan total saldo digital yang beredar.
- Laporan audit tersedia untuk investor secara terbuka, meningkatkan kepercayaan dan transparansi.
- Prosedur Penarikan / Redemption
Pengguna Nunomics dibimbing memahami mekanisme penarikan emas fisik dari saldo digital, termasuk:
- Minimal gram yang dapat dicetak
- Biaya cetak dan pengiriman
- Estimasi waktu proses
Prosedur yang jelas membantu memastikan saldo digital benar-benar mewakili emas fisik yang bisa ditarik.
- Keamanan Teknologi
Pada emas digital, Nunomics mengajarkan peserta memilih platform yang menerapkan:
- Keamanan data berlapis (ex. enkripsi, two-factor authentication)
- Proteksi terhadap serangan siber
- Sistem transaksi yang transparan dan terekam
Pentingnya literasi digital juga dibahas karena risiko keamanan bukan hanya dari teknis platform, tetapi juga pemahaman pengguna terhadap penggunaan aplikasi.
- Legalitas & Kepatuhan Regulasi
Investasi yang aman adalah investasi yang beroperasi di bawah landasan hukum yang jelas. Dalam konteks Indonesia:
- Platform emas digital perlu memiliki izin resmi dan diawasi regulator (seperti OJK/Bappebti)
- Kebijakan perlindungan konsumen dan ketentuan hukum harus dipenuhi
Analisis hukum menunjukkan bahwa walaupun regulasi spesifik belum tersedia, ketentuan yang berlaku saat ini tetap memberikan dasar hukum bagi penyelenggaraan perdagangan emas digital secara aman.
Dalam pandangan Nunomics, keamanan investasi tidak hanya soal sistem teknologi, tetapi juga mencerminkan nilai amanah, transparansi, dan keadilan dalam pengelolaan aset. Karena itu, investasi harus didukung oleh penyimpanan emas fisik di vault yang aman, audit berkala, berada di bawah pengawasan dan rekomendasi BAPPEBTI, serta terdaftar resmi di KOMDIGI. Dengan pendekatan ini, masyarakat tidak hanya belajar berinvestasi secara cerdas, tetapi juga mengelola harta secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Strategi Nabung Tujuan 12-24 Bulan
Menabung emas secara konsisten selama 12–24 bulan membantu kamu mencapai target finansial seperti dana pendidikan, DP rumah, atau persiapan pensiun dengan risiko yang lebih terkendali. Dua strategi yang efektif adalah Dollar-Cost Averaging (DCA) dan atur porsi alokasi sesuai tujuan & cashflow.
Dollar-Cost Averaging (DCA) adalah pendekatan investasi di mana kamu membeli emas secara berkala misalnya mingguan atau bulanan dengan jumlah dana yang sama, tanpa memperhatikan harga emas saat itu. Strategi ini membantu merata-ratakan harga beli sepanjang periode 12–24 bulan, sehingga risiko timing pasar (menunggu harga rendah) dapat diminimalkan.
Kenapa Cocok untuk 12-24 bulan?
Pergerakan harga emas jangka pendek bisa fluktuatif. Dengan DCA :
- Kamu tetap konsisten membeli setiap periode.
- Dampak lonjakan harga bisa diimbangi saat harga turun karena kamu otomatis membeli lebih banyak gram.
- Risiko beli di puncak harga berkurang karena pembelian terjadi sepanjang waktu.
Contoh DCA :
Jika kamu menabung Rp1.000.000 setiap bulan selama 12 bulan, total modal = Rp12.000.000.
Harga emas yang berfluktuasi tiap bulan → jumlah gram yang dibeli jadi bervariasi, tetapi harga rata-rata pembelian lebih stabil dibanding strategi lump sum (sekali besar).
Melalui program Nunomics, pembelian emas bisa dimulai dari 0,01 gram, sehingga kamu tetap bisa menerapkan strategi Dollar-Cost Averaging (DCA) meskipun dengan nominal kecil. Fitur ini memudahkan pengguna untuk menabung secara konsisten, menyesuaikan dengan cashflow, tanpa harus menunggu dana besar untuk mulai berinvestasi.
Aturan Porsi (Sesuaikan Tujuan & Cashflow)
Menentukan porsi alokasi dana untuk menabung emas selama 12–24 bulan sangat penting agar sesuai dengan tujuan finansial dan arus kas bulanan kamu.
Langkah Menentukan Porsi :
1. Tetapkan Tujuan Investasi
- Jangka menengah (1–3 tahun) → kebutuhan seperti dana liburan, biaya sekolah.
- Jangka panjang (≥3 tahun) → dana pensiun, DP rumah.
- Porsi emas bisa lebih besar untuk jangka panjang dan lebih konservatif untuk kebutuhan jangka pendek.
2. Hitung Cashflow & Prioritas Finansial
- Lihat berapa kebutuhan hidup bulanan, cicilan, dan dana darurat yang sudah tersedia.
- Setelah kebutuhan utama terpenuhi, alokasikan persentase tertentu untuk investasi emas (ex: 5–15% dari pendapatan bulanan).
3. Disiplin Menabung
- Sesuaikan porsi dengan jangka waktu 12–24 bulan.
- Misalnya: Pendapatan Rp10 juta/bulan → alokasikan 10% = Rp1 juta/bulan untuk emas.
- Selama 24 bulan → total dana emas = Rp24 juta.
- Asset allocation sebagai prinsip investasi menyatakan bahwa pembagian alokasi asset harus menyesuaikan tujuan, profil risiko, dan horizon waktu investor. Ini berlaku pada penentuan alokasi emas dalam portofolio.
Kesimpulan
Cara praktis untuk mulai berinvestasi emas secara bertahap, dengan kepemilikan dicatat dalam satuan gram melalui platform digital resmi dan bisa dicairkan ke uang tunai atau emas fisik. Metode ini cocok untuk usia 25–40 tahun yang sedang membangun dana masa depan seperti dana pendidikan, DP rumah, hingga persiapan pensiun.
Dibanding emas fisik, emas digital lebih fleksibel dan terjangkau untuk pemula, sementara emas fisik unggul dari sisi kepemilikan langsung. Keduanya sama-sama aman selama aspek penyimpanan, audit, legalitas, dan prosedur penarikan diperhatikan dengan baik.
Risiko utama investasi emas meliputi fluktuasi harga, biaya transaksi, serta risiko dari pihak penyedia platform. Namun risiko ini dapat dikelola dengan strategi yang tepat seperti:
- Fokus pada tujuan jangka menengah–panjang
- Menabung rutin dengan strategi Dollar-Cost Averaging (DCA)
- Memilih platform yang berizin, transparan, dan diaudit
Untuk target 12–24 bulan, strategi terbaik adalah menabung emas secara konsisten dengan nominal tetap (mingguan/bulanan) dan mengatur porsi investasi sekitar 5–15% dari penghasilan, disesuaikan dengan kebutuhan hidup dan tujuan keuangan masing-masing. Prinsip ini sejalan dengan konsep asset allocation, yaitu membagi aset berdasarkan tujuan, risiko, dan jangka waktu investasi.
Dengan misi Nunomics dalam membangun kemandirian finansial berbasis nilai ekonomi Islam, tabungan emas menjadi langkah nyata untuk menjaga nilai kekayaan, menghindari spekulasi, dan membiasakan perencanaan keuangan yang sehat.
Mulai dari nominal kecil, pantau saldo secara digital, dan bangun masa depanmu secara konsisten bersama Nunomics. Mulai Tabungan Emasmu di nunomics.id
Daftar Pustaka
Kustina, K. T., & Maulani, S. (2025). Pengaruh Pengetahuan Investasi, Perceived Value Dan Risiko Investasi Terhadap Minat Investasi Emas Digital Pt Pegadaian Denpasar. Jurnal Aplikasi Akuntansi, 9(2), 580-596.
Melli, N. K., Maharani, N. M. I. D., & Dewi, N. L. E. S. (2025). Tabungan Emas Pegadaian sebagai Instrumen Investasi pada Prilaku Keuangan Mahasiswa INSTIKI. Jurnal Inovasi Ekonomi dan Keuangan, 2(3), 295-305.
Rita dwi lestari hulu, & Nurbaiti. (2023). Analisis Produk Terbaru Pegadaian, Tabungan Emas Sebagai Investasi Masa Depan (Studi kasus kurangnya pengetahuan masyarakat kabanjahe tentang produk terbaru pegadaian (Tabungan Emas)). Jurnal Minfo Polgan, 12(2), 2017-2024.
Mardiya, R., Amani, T., & Vidiyastutik, E. D. (2025). Pengaruh Pendapatan, Pengetahuan Investasi, dan Literasi Keuangan Nasabah Terhadap Minat Investasi Tabungan Emas Pada PT. Pegadaian Cabang Probolinggo. eCo-Fin, 7(2), 732-743.
A’yun, I. (2025). Investasi Emas Digital di Indonesia; Tinjauan Sistemik Maqashid Syariah. JIOSE: Journal of Indonesian Sharia Economics, 4(2), 203-220.
Cahyani, Y. B., & Darmawan, D. (2025). PENGARUH PERSEPSI RESIKO TERHADAP MINAT MEMBELI EMAS. Jurnal Penelitian Multidisiplin Nusantara, 6(1).
Winata, T. P., & Gustin, V. (2022). Tinjauan Yuridis Terhadap Praktik Investasi Emas Digital Di Indonesia. Syntax Literate; Jurnal Ilmiah Indonesia, 7(8), 10862-10874.
Rahman, N. A., & Baidhowi, B. (2025). Investasi Emas Digital Di Indonesia Berdasarkan Prinsip Hukum Ekonomi Syariah. JURNAL ILMIAH NUSANTARA, 2(4), 823-835.
Faizah Gladys Yuniashari, & Mohammad Luthfillah Habibi. (2025). Pengaruh Volatilitas Harga Emas terhadap Keputusan Berinvestasi Nasabah: Studi Kualitatif pada Nasabah Bank Syariah. Jurnal Inovasi Ekonomi Syariah Dan Akuntansi, 2(6), 306–319.
Lia Rizqi Amalia, Nuridin, & Erwin Aditya Pratama. (2024). Pengaruh Fluktuasi Harga Emas Terhadap Perjanjian Investasi Tabungan Emas. Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen Dan Akuntansi, 3(1), 155–172.
Akbar, M. A. (2022). Metode Dollar Cost Averaging (DCA) Pada Investasi Saham di Bursa Efek Indonesi (Analisis Manajemen Keuangan Syariah) (Doctoral dissertation, IAIN PAREPARE).
Putri, M., & Riofita, H. (2025). Dampak Kemudahan Transaksi terhadap Minat Investasi Emas Digital di Tokopedia. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 12729–12731.
