Jakarta, MetalNews Digital — Harga emas global kembali tertekan pada perdagangan Senin (7/9/2026), setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan mendorong pasar meningkatkan ekspektasi terhadap potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Harga emas spot tercatat berada di sekitar US$4.405,47 per troy ounce, turun sekitar 0,5% pada perdagangan Senin. Pelemahan ini melanjutkan penurunan sekitar 1% pada perdagangan sebelumnya.
Tekanan terhadap emas muncul setelah data nonfarm payrolls (NFP) AS menunjukkan penambahan 162.000 pekerjaan pada Agustus, jauh di atas ekspektasi pasar. Tingkat pengangguran bertahan di 4,1%.
Data tersebut membuat pelaku pasar kembali memperhitungkan kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga pada pertemuan 15–16 September 2026. Probabilitas kenaikan suku bunga kini berada di kisaran 57%–60%, meningkat setelah rilis data tenaga kerja.
JFXGOLD X Ikut Tertekan
Pergerakan negatif di pasar global turut tercermin di pasar domestik.
Pada perdagangan Senin (7/9/2026), harga emas fisik pada platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X mengalami pelemahan 0,33% atau turun sekitar Rp14.000 per gram.
Pelemahan tersebut terjadi di tengah meningkatnya tekanan terhadap harga emas global akibat perubahan ekspektasi kebijakan moneter AS.
Pasar kini menunggu inflasi AS
Setelah NFP, perhatian pasar kini beralih ke data inflasi AS yang akan menjadi penentu penting bagi arah kebijakan The Fed.
PPI AS dijadwalkan dirilis pada Kamis (10/9), kemudian disusul CPI AS pada Jumat (11/9).
Data CPI menjadi krusial karena pasar akan menggunakannya untuk mengukur apakah tekanan inflasi masih cukup tinggi untuk mendorong The Fed mempertahankan atau menaikkan suku bunga.
Jika inflasi lebih tinggi dari perkiraan, ekspektasi kenaikan suku bunga berpotensi semakin kuat dan menekan emas. Sebaliknya, inflasi yang lebih rendah dapat mengurangi tekanan terhadap emas dengan menurunkan kembali ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat.
US$4.400 jadi level kunci
Di tengah tekanan tersebut, emas masih bertahan di sekitar US$4.400 per troy ounce.
Data perdagangan menunjukkan emas berada di sekitar US$4.410 per troy ounce pada Senin, dengan tekanan utama berasal dari meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Level US$4.400 kini menjadi area yang perlu diperhatikan pasar. Kemampuan emas untuk bertahan di atas level tersebut dapat membuka peluang konsolidasi dan pemulihan. Namun, apabila tekanan jual berlanjut dan harga menembus level tersebut, ruang koreksi berikutnya akan semakin terbuka.
Di sisi lain, emas masih mendapat dukungan dari ketidakpastian geopolitik. Ketegangan AS-Iran kembali meningkat dan mendorong harga minyak naik, yang pada saat bersamaan berpotensi menambah tekanan inflasi global.
MetalNews Insight
Emas memasuki pekan yang menentukan.
Setelah NFP memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, pasar kini mengalihkan perhatian ke PPI dan CPI AS.
Bagi emas, kombinasi inflasi, ekspektasi suku bunga, imbal hasil Treasury, dan dolar AS akan menjadi faktor utama yang menentukan arah harga dalam beberapa hari ke depan.
Sementara itu, di pasar domestik, pelemahan 0,33% pada harga emas fisik JFXGOLD X menunjukkan tekanan global mulai tercermin pada perdagangan emas fisik di dalam negeri.
US$4.400 menjadi level yang perlu diperhatikan. Selanjutnya, pasar menunggu satu hal: seberapa tinggi inflasi AS pada pekan ini?
Pemantauan harga dan transaksi emas di Platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X dapat diaskes pada aplikasi Nunomics.
Disclaimer :
Informasi harga dan analisis pasar yang disampaikan bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu. Lakukan analisis dan pertimbangan secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.
