JFXGOLDX

Pergerakan Harganya Terbatas, Kemana Arah Emas Fisik JFXGOLD X Setelah Ini?

Senin 11 Agustus 2025, harga emas dunia turun tipis pada perdagangannya hari ini. Seolah terbatas dengan pergerakannya, harga emas belum memberikan tanda akan terbang dan mencetak rekor baru. Harga emas masih teruji oleh data inflasi Amerika Serikat (AS). Saat ini fokus pasar sedang terletak pada data inflasi AS yang akan dirilis, data ini dinanti karena dapat memberikan gambaran tentang prospek suku bunga Bank Sentral AS, The Federal Reserve (The Fed). Harga emas yang tertahan pergerakannya terjadi seiring dengan tanda-tanda meredanya risiko geopolitik yang menekan permintaan emas sebagai aset safe haven. Dilansir dari reuters.com Analis senior City Index Matt Simpson mengatakan, pelemahan ketegangan geopolitik seputar perang di Ukraina membuat harga emas turun lebih lanjut, setelah pengumuman pada Jumat. Dalam pengumuman tersebut disampaikan bahwa Presiden Donald Trump akan bertemu dengan Vladimir Putin di wilayah AS. Trump mengatakan pada Jumat bahwa ia akan bertemu dengan Presiden Rusia Putin pada 15 Agustus di Alaska untuk bernegosiasi mengenai akhir perang di Ukraina. Fokus pekan ini akan tertuju pada data harga konsumen AS yang akan dirilis pada Selasa, dengan analis memperkirakan dampak tarif akan mendorong kenaikan inti sebesar 0,3% menjadi laju tahunan 3,0% dan menjauh dari target Fed sebesar 2%. Menanggapi informasi ini Simpson mengatakan data yang memperkuat dolar AS dapat membatasi gerak emas. “Data yang kuat dapat memperkuat dolar AS dan membatasi kenaikan emas, meskipun saya menduga dukungan akan tetap ada secara keseluruhan karena investor berusaha memanfaatkan diskon,” Matt Simpson – Analis senior City Index. Saat ini pasar sedang berhati-hati, tidak mau gegabah investor memilih untuk wait and see. Meskipun demikian, Robby Leonardo – Head of Research, Analyst and Market Development, Metalbank Global Monetary mengatakan pasar sedang bersiap untuk menghadapi data inflasi AS dan sinyal The Fed. “Pasar bersiap menghadapi data inflasi AS dan sinyal The Fed yang dapat mengubah ekspektasi pemotongan suku bunga; itu adalah faktor utama yang mempengaruhi pergerakan emas Indonesia diuntungkan oleh aliran modal obligasi yang stabil dan penerimaan komoditas; jalur jangka pendek rupiah didominasi oleh pergerakan dolar (data AS dan berita tarif)” kata Head of Research, Analyst and Market Development, Metalbank Global Monetary kepada MetalNews Digital. Terbatasnya pergerakan harga emas dunia yang terjadi pada harga emas fisik di bursa komoditi JFX, membawa harga emas fisik JFXGOLD X alami sedikit pelemahan pada hari ini. Turun sekitar 0,03% harga emas fisik JFXGOLD X tempati angka US$ 3.385.78 per troy ounce atau Rp. 1.808.950 per gram. Namun jika ditarik pada awal bulan Agustus, sekitar satu minggu lalu harga emas fisik JFXGOLD X jauh lebih rendah. Bahkan jika dibandingkan dengan harga pada perdagangan saat ini, harga emas fisik JFXGOLD X telah naik 2,78%. Rincian Harga Emas Fisik JFXGOLD X 11 Agustus 2025 : Pemantauan harga dan transaksi emas fisik di Bursa Komoditi JFX melalui platform JFXGOLD X dapat diaskes pada aplikasi NUNOMICS. Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

Pergerakan Harganya Terbatas, Kemana Arah Emas Fisik JFXGOLD X Setelah Ini? Read More »

Harga Emas Diprediksi Akan Cetak Rekor, Begini Penjelasannya

Harga emas dunia berhasil bertahan di level tertinggi dalam satu minggu. Meskipun tidak signifikan, tetapi kenaikan harga emas yang terjadi belakangan ini cukup mendapat respon positif dari investor. Misalnya saja pada perdagangan hari ini, harga emas fisik di bursa komoditi JFX mengalami penguatan ke angka US$ 3.381.65 per troy ounce atau Rp. 1.808.645 per gram. Penguatan pada harga emas yang terjadi belakangan ini didukung oleh data layanan AS yang melemah dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed yang meningkat serta meredanya ketegangan perang dagang yang terjadi. Robby Leonardo – Head of Research, Analyst and Market Development, Metalbank Global Monetary mengatakan bahwa saat ini investor sedang menanti penunjukan anggota Fed oleh Trump untuk penunjuk waktu pemotongan suku bunga. “Saat ini Investor menanti penunjukan anggota Fed oleh Trump untuk petunjuk waktu pemotongan suku bunga, adanya informasi soal pembicaraan antara AS – China dan AS – UE menyuntikkan volatilitas dua arah kedalam emas” ucapnya kepada MetalNews Digital. Melansir dari Bloombergtechnoz.com saat ini para analis sedang memprediksi harga emas yang diprediksi akan mencapai rekor tertinggi dalam waktu dekat, akibat memburuknya ekonomi AS serta tarif yang mengerek inflasi. Max Layton dalam catatannya pada hari Senin memperkirakan emas akan diperdagangkan antara US$ 3.300 per troy ounce dan US$ 3.600 per troy ounce dalam tiga bulan kedepan. Rincian Harga Emas Fisik JFXGOLD X 6 Agustus 2025 : Melemahnya dolar dan suku bunga AS yang lebih rendah meningkatkan daya tarik terhadap emas. Serta adanya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik juga cenderung menjadi pendorong positif bagi emas. Pemantauan harga dan transaksi emas fisik di Bursa Komoditi JFX melalui platform JFXGOLD X dapat diaskes pada aplikasi NUNOMICS. Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

Harga Emas Diprediksi Akan Cetak Rekor, Begini Penjelasannya Read More »

Harga Emas Turun 4 Hari Berturut-Turut, Waktunya Borong?

Harga emas dunia terus lanjutkan koreksi sampai dengan hari ini. Membuka perdagangan pada hari ini, Selasa (29/7/2025) harga emas fisik di bursa komoditi JFX yang transaksinya menggunakan harga pasar dunia alami pelemahan 0,37%. Pelemahan ini merupakan koreksi lanjutan yang sudah berjalan selama 4 hari berturut-turut. Jika mundur ke belakang, tercatat harga emas fisik di bursa komoditi JFX sempat kembalikan harga ke posisi US$ 3400 per troy ounce, tepatnya pada tanggal (23/7/2025) saat harga emas fisik JFXGOLD X berada di angka US$ 3.433.28 per troy ounce. Namun posisi ini tidak bertahan lama mengingat banyak nya faktor yang turut mempengaruhi pelemahan harga aset safe haven ini. Kesepakatan tarif dagang yang ditekan oleh Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) menghasilkan kesepakatan melalui tarif baru antara AS dan UE sebesar 15%. Hal ini memang meredakan ketegangan perang dagang yang ekstrem, tetapi belum menghilangkan semua ketidakpastian menjelang batas waktu Agustus. Penetapan tarif baru mengangkat dolar dan sentimen risiko, hal ini menjadi salah satu faktor yang membawa harga emas terkoreksi sampai dengan hari ini. Dalam kondisi seperti ini investor menunggu petunjuk baru mengenai kebijakan suku bunga dari Bank Sentral The Federal Reserve (The Fed) melalui pertemuannya pada minggu ini. “Saya pikir semakin banyak pengumuman perdagangan yang kita terima, semakin kuat dolar. Kesepakatan tarif ini ramah dolar, menurunkan daya tarik emas dan mendorong aksi jual di tengah sentimen risiko” ujar Edward Meir, Analis Marex kepada Refinitiv, dalam CNBC Indonesia. Belum lama ini pejabat AS dan China melakukan pertemuan di Stockholm. Pertemuan yang berlangsung selama 5 jam ini dilakukan untuk membahas perundingan tarif dengan tujuan memperpanjang gencatan senjata (tarif) perdagangan mereka selama tiga bulan. Dilansir dari CNBC Indonesia, seorang perwakilan perdagangan AS mengatakan tidak ada terobosan besar yang diharapkan dengan China, dan menekankan bahwa diskusi mereka akan berfokus pada pemantauan dan implementasi komitmen yang ada. “Anda tidak melihat pergerakan penurunan yang signifikan pada emas karena kesepakatan tersebut masih bisa terbukti untuk diimplementasikan atau tidak realistis” Ujar Meir. Rincian Harga Emas Fisik JFXGOLD X 29 Juli 2025 : Pemantauan harga dan transaksi emas fisik di Bursa Komoditi JFX melalui platform JFXGOLD X dapat diaskes pada aplikasi NUNOMICS. Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

Harga Emas Turun 4 Hari Berturut-Turut, Waktunya Borong? Read More »

Investor Berlomba Menyerbu Aset Berisiko, Hari Ini Harga Emas Lanjutkan Koreksi

Harga emas dunia dibuka melemah pada perdagangannya hari ini. Senin (28/7/2025) seiring dengan kesepakatan kerangka kerja perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa menjelang batas waktu tarif 1 Agustus meningkatkan minat terhadap aset berisiko. Hal ini tentunya berdampak pada peminatan aset safe haven yang mulai ditinggalkan, alhasil membuat harga emas dunia melanjutkan koreksinya sehingga harga emas fisik di bursa komoditi JFX turun ke level terendah dalam hampir dua minggu. Lanjutan koreksi yang terjadi pada harga emas fisik JFXGOLD X pada hari ini membawa harganya menempati angka US$ 3.334.99 per troy ounce atau Rp. 1.785.054 per gram. Menjelang batas waktu pemberlakuan tarif Trump pada 1 Agustus mendatang, AS menandatangani kesepakatan perdagangan kerangka kerja dengan organisasi antar pemerintahan dan supranasional yang beranggotakan negara-negara di Eropa, yakni Uni Eropa. Melalui kesepakatannya AS dan Uni Eropa sepakat untuk memberlakukan tarif impor 15% untuk sebagian besar barang UE – setengah dari tarif yang diancamkan – dan menghindari perang dagang yang lebih besar antara dua sekutu yang menyumbang hampir sepertiga dari perdagangan global. Namun kesepakatan ini menimbulkan isu yang belum terselesaikan salah satunya memberikan tekanan pada emas. Dilansir dari Reuters.com Jigar Trivedi – Analis Komoditas Senior Reliance Securities menyampaikan bahwa, kesepakatan antara AS dengan Uni Eropa meninggalkan beberapa isu-isu kunci yang belum terselesaikan. Kesepakatan tersebut meredakan ketegangan perdagangan translantik, yang memberikan tekanan pada emas. Hal ini juga membuat indeks dolar AS melemah, membuat harga emas dunia yang dihargai dalam dolar AS lebih terjangkau bagi pembeli di luar negeri. “Dalam jangka pendek, kami tidak mengharapkan emas mengalami fluktuasi yang drastis. Investor kini fokus pada minggu krusial bagi kebijakan moneter AS dan data ekonomi,” kata Trivedi kepada Reuters. Tidak hanya itu, data kinerja AS yang dirilis tadi malam cukup mencerminkan kondisi lapangan kerja di Negeri Paman Sam itu baik-baik saja. Hal ini tentunya menurunkan ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan oleh Bank Sentral The Federal Reserve (The Fed). Stabilnya data tenaga kerja diperkirakan akan memberikan ruang bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga tetap di 4,25-4,50% ada pertemuan mendatang. Rincian Harga Emas Fisik JFXGOLD X 28 Juli 2025 : Pemantauan harga dan transaksi emas fisik di Bursa Komoditi JFX melalui platform JFXGOLD X dapat diaskes pada aplikasi NUNOMICS. Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

Investor Berlomba Menyerbu Aset Berisiko, Hari Ini Harga Emas Lanjutkan Koreksi Read More »

Kembali Merebut Tahta, Emas Fisik JFXGOLD X Duduk di Angka US$ 3.400 per troy ounce

Pencapaian menjadi harga tertinggi selama satu bulan pada perdagangan kemarin, belum mengakhiri perjalanan harga emas dunia. Setelah dibuka menguat pada perdagangan kemarin, hari ini harga emas dunia kembali melanjutkan penguatannya. Rabu (23/7/2025) harga emas fisik di bursa komoditi JFX menguat 1,05%, penguatan ini membawa harganya kembali merebut tahta US$ 3.400 per troy ounce, sehingga harganya pada hari ini berada di angka US$ 3.433.28 per troy ounce atau Rp. 1.829.628 per gram. Harga emas yang berhasil mencapai rekor tertinggi dalam lima minggu terakhir ini terjadi di tengah kekhawatiran perdagangan dan penurunan imbal hasil obligasi hingga melemahnya indeks dolar Amerika Serikat (AS). Dilansir dari CNBC Indonesia, pada perdagangan Selasa (22/7/2025) indeks dolar AS/DXY melemah 0,47% di level 97,39. Begitu juga dengan imbal hasil obligasi AS 10 tahun yang anjlok 0,78% di level 4,34%. Angka tersebut merupakan terendah hampir dua minggu yang membuat emas batangan tidak memberikan imbal hasil lebih menarik. “Ketidakpastian perdagangan mendorong permintaan aset safe haven. AS sedang menggodok beberapa kesepakatan perdagangan dan ada rumor bahwa Uni Eropa dan AS mungkin tidak akan mencapai kesepakatan atau bahkan belum mendekati kesepakatan,” ujar Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, kepada Reuters. Investor terus memantau tenggat waktu tarif presiden AS Donald Trump. Menjelang tenggat waktu diberlakukannya tarif dagang Amerika Serikat sesuai dengan pengumuman yang dilakukan oleh Presiden AS Donald Trump, saat ini pasar masih meletakan perhatian lebih. Sesuai dengan pengumumannya dimana tarif baru akan berlaku pada bulan Agustus. Maka negara-negara sedang berlomba untuk mencapai kesepakatan perdagangan atau menghadapi tarif lebih lanjut. Disisi lain, dilansir dari bloombergtechnoz.com Daniel Ghali, Commodity Strategist TD Securities dalam catatannya mengatakan, investor kembali membeli emas setelah sempat memasang posisi jual (Short). Sentimen yang bisa menaikkan harga emas adalah perang dagang, penurunan suku bunga, ekonomi yang mengalami stagflasi, dan ancaman terhadap kredibilitas bank sentral. Rincian Harga Emas Fisik JFXGOLD X 23 Juli 2025 : Pemantauan harga dan transaksi emas fisik di Bursa Komoditi JFX melalui platform JFXGOLD X dapat diaskes pada aplikasi NUNOMICS. Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

Kembali Merebut Tahta, Emas Fisik JFXGOLD X Duduk di Angka US$ 3.400 per troy ounce Read More »

Harga Emas Fisik JFXGOLD X Menguat, Ketahui Penyebabnya!

Harga emas dunia ditutup menguat pada perdagangan kemarin, dan pada perdagangan hari ini harganya lanjutkan penguatan. Penguatan harga emas dunia membawa harga emas fisik di bursa komoditi JFX turut menguat sebanyak 0,28%. Penguatan yang terjadi pada perdagangan hari ini, Kamis (17/7/2025) membawa harga nya menempati angka US$ 3.343.08 per troy ounce atau Rp. 1.776.971 per gram. Dua hari lalu harga emas fisik JFXGOLD X mengalami pelemahan, harganya berkurang hampir 1% membuatnya mudah dijangkau sehingga permintaan meningkat. Hal ini membawa aksi bargain buying atau serok di bawah yang berhasil mengangkat harga emas fisik JFXGOLD X pada hari ini. Penguatan harga pada perdagangan emas fisik di bursa komoditi JFX pada hari ini tidak hanya terjadi akibat bargain buying, namun ada beberapa hal lain yang turut mempengaruhi harganya. Pertama, perkembangan isu Presiden Amerika Serikat (AS) dengan Chairman Bank Sentral AS The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell. Sebelumnya sempat beredar kabar bahwa Trump akan memecat ketua The Fed, namun Trump sudah mengkonfirmasi bahwa pemerintahannya memang sangat cemas, tetapi tidak berniat melakukan apa-apa. “itu (pemecatan Powell) sangat tidak mungkin. Kecuali dia harus pergi karena penipuan,” kataTrump dilansir dari Bloombertecnhoz.com. Disisi lain, Daniel Ghali, ahli strategi komoditas mengatakan informasi terkait pertimbangan Trump dalam rencana memecat Powell mendorong harga emas naik. “Berita utama yang menunjukan Trump mempertimbangkan pemecatan Powell mendorong harga emas naik, ia kemudian mengklarifikasi bahwa hal itu sangat kecil kemungkinannya. Pasar emas terombang-ambing oleh fluktuasi harga” ujar Daniel Ghali, dikutip dari Reuters.com. Kedua, faktor yang turut mempengaruhi harga emas hari ini adalah situasi Timur Tengah. Situasi geopolitik turut memperkuat minat terhadap aset safe haven. Serangan Israel ke Damaskus Menambah kekhawatiran geopolitik dan mendukung pembelian emas. Dilansir dari CNBC Indonesia, Analis senior pasar fisik komoditi, Jim Wyckoff memberikan pendapatnya tentang kondisi ini. “Dengan serangan Israel dan AS yang lebih agresif dalam tarif perdagangan, ada sedikit ketidakpastian di pasar yang membantu harga emas” ujar Jim Wyckoff, analis senior pasar fisik komoditi. “Saya memperkirakan emas akan diperdagangkan antara US$ 3.250 dan US$ 3.476 per troy ounce dalam waktu dekat” tambah Wyckoff. Ketiga, melandainya inflasi harga produsen Amerika Serikat (AS). Dilansir dari CNBC Indonesia, harga produsen di Amerika Serikat tidak mengalami perubahan (0,0%) pada Juni 2025 dibandingkan bulan Mei, setelah mengalami revisi kenaikan sebesar 0,3% di bulan sebelumnya. Angka ini lebih rendah dari perkiraan pasar yang memperkirakan kenaikan sebesar 0,2%. Keempat, pelemahan rupiah terhadap dolar AS pada hari ini. Perdagangan hari ini dibuka dengan pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Pelemahan ini membawa rupiah menempati level Rp. 16.318/US$ dari sebelumnya Rp. 16.050/US$. Pergerakan rupiah pada hari ini turut dipengaruhi oleh keputusan Bank Indonesia (BI) yang secara resmi menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,25% pada Juli 2025. Rincian Harga Emas Fisik JFXGOLD X 17 Juli 2025 : Pemantauan harga dan transaksi emas fisik di Bursa Komoditi JFX melalui platform JFXGOLD X dapat diaskes pada aplikasi NUNOMICS.

Harga Emas Fisik JFXGOLD X Menguat, Ketahui Penyebabnya! Read More »

Permintaan Aset Safe Haven Meningkat Usai Trump Ancam Pecat Ketua The Fed

Harga emas dunia alami penguatan pada perdagangannya hari ini. Senin (14/7/2025) harga emas fisik di bursa komoditi JFX menguat sejalan dengan penguatan harga emas dunia. Penguatan ini membawa harganya naik 1,27% dan menempati angka US$ 3.370.45 per troy ounce atau Rp.1.786.818 per gram. Usai presiden Amerika Serikat (AS) umumkan tarif baru Donald Trump kembali gegerkan pasar. Kali ini Trump memberikan ancaman untuk memecat Ketua The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell. Serangan Trump yang semakin agresif terhadap Powell memicu crash market serta jatuhnya pasar saham yang membuat permintaan aset safe haven menjadi meningkat. Kelvin Wong, Analis senior OANDA mengatakan adanya permintaan aset safe haven yang terlihat meningkat usai ketidakpastian implementasi kebijakan tarif perdagangan global AS. Sedangkan untuk investor sendiri saat ini masih menunggu data inflasi AS untuk bulan Juni yang akan dirilis pada hari Selasa. Melalui data inflasi ini, investor berharap dapat mendapat lebih banyak petunjuk mengenai tingkat suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat The Federal Reserve (The Fed). Dilansir dari CNBC Indonesia, Aakash Doshi, kepala strategi emas global di State Street Global Advisors mengatakan emas akan mendapat tawaran sebagai aset safe haven. Menurutnya, harga emas akan melesat pada akhir kuartal III atau September2025. “Kita berada dalam situasi di mana premi ketidakpastian kembali muncul di pasar dan emas mendapatkan tawaran sebagai aset safe haven,” ujar Aakash Doshi, kepalastrategi emas global di State Street Global Advisors. “Saya pikir kisaran harga di kuartal ketiga kemungkinan besar antara US$3.100 hingga US$3.500 per troy ons. Semester pertama tahun ini sangat kuat, dan saya yakin kita sekarang berada dalam fase konsolidasi yang lebih dalam,” tambah Doshi. Saat ini pasar memperkirakan pelonggaran suku bunga The Fed sebesar lebih dari 50 basis poin pada bulan Desember. Emas yang sering dianggap sebagai aset safe haven selama ketidakpastian ekonomi, cenderung berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah. Pemantauan harga dan transaksi emas fisik secara digital di Bursa Komoditi melalui platform JFXGOLD X dapat diaskes pada aplikasi NUNOMICS.

Permintaan Aset Safe Haven Meningkat Usai Trump Ancam Pecat Ketua The Fed Read More »

Emas Fisik JFXGOLD X Menguat 3% Pagi Ini

Jakarta, MetalNews Digital – Harga emas fisik JFXGOLD X mengalami penguatan pada perdagangannya pagi ini. Selasa (3/6/2025) emas fisik JFXGOLD X naik ke posisi US$ 3.423.88 per troy ounce atau Rp. 1.797.890 per gram. Naiknya harga emas fisik JFXGOLD X pagi ini disebabkan adanya penguatan harga sebanyak 3% per troy ounce yang terjadi seiring dengan melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) dan kombinasi risiko geopolitik serta ketidakpastian ekonomi yang mendorong permintaan investor terhadap aset safe haven. Harga pada perdagangan pagi ini (3/6/2025) naik ke level tertinggi dalam 3 minggu terakhir. Tercatat harga emas fisik JFXGOLD X pernah menyentuh level tertinggi pada 7 Mei 2025 dengan menempati posisi US$ 3.440.31 per troy ounce atau Rp. 1.828.881 per gram. Kemudian menguat lagi ke posisi US$ 3.400 per troy ounce pada hari ini. Kondisi saat ini dimana adanya ketegangan antara Washington dan Beijing yang kembali mencuat setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Jumat menuduh China melanggar kesepakatan dengan AS untuk secara bersama-sama mengurangi tarif dan pembatasan perdagangan untuk mineral kritis. Emas cenderung diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah dan selama periode ketegangan geopolitik. Investor juga secara ketat memantau komentar dari Ketua Fed Jerome Powell dan pembuat kebijakan lainnya pekan ini untuk petunjuk mengenai arah suku bunga AS. Dilansir dari reuters.com di tengah kekhawatiran baru tentang perang dagang, ketidakpastian fiskal, dan masalah plafon utang AS, latar belakang ini sangat kondusif untuk volatilitas. “Untuk perkiraan emas, latar belakang aversi risiko dan ketidakpastian fiskal ini tidak bisa lebih menguntungkan.” kata Fawad Razaqzada, analis pasar fisik komoditi dalam sebuah catatan. Kemana ketegangan geopolitik akan membawa harga emas? Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

Emas Fisik JFXGOLD X Menguat 3% Pagi Ini Read More »

Dalam Sehari Emas Fisik JFXGOLD X Naik Rp. 35.000/gram

Jakarta, MetalNews Digital – Dampak Keputusan Moody’s Investors Service berhasil menopang harga emas dunia sampai dengan hari ini. Moody’s Investors Service mengeluarkan keputusan untuk memangkas peringkat kredit pemerintah Amerika Serikat (AS) dari AAA menjadi AA1. Penurunan peringkat AS memicu aliran safe haven ke emas, hal ini menopang harga meskipun ada sentimen risiko yang beragam. Pada minggu ini harga emas dunia kembali menguat, hal tersebut terjadi pula pada harga emas fisik JFXGOLD X yang transaksinya menggunakan harga pasar dunia. Misalnya saja pada perdagangannya hari Senin (19/5/2025) harga emas dunia dalam hal ini adalah harga emas fisik JFXGOLD X berhasil menguat dan menempati posisi US$ 3.228.3 per troy ounce atau Rp. 1.740.952 per gram. Tidak berhenti disitu, dampak dari perubahan peringkat kredit pemerintah Amerika Serikat (AS) dari AAA menjadi AA1 masih terasa sampai dengan hari ini. Rabu 21 Mei 2025 harga emas fisik JFXGOLD X kembali lanjutkan penguatannya, hal ini membawa harganya menguat sebanyak 2,23% per troy ounce atau Rp. 35.000 per gram, sehingga pada perdagangan hari ini emas fisik JFXGOLD X berhasil menempati posisi US$ 3.297.36 per troy ounce atau Rp. 1.767.027 per gram. Penguatan harga emas yang sedang terjadi saat ini, membawa harga nya menempati zona hijau, dimana harga emas dunia sedang berada di posisi tertinggi dalam 2 minggu terakhir. Dilansir dari Bloomberg Technoz, secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas berada di zona bullish. Hal ini terlihat dari Relative Strength Index (RSI) sebesar 53,95. Dimana RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun saat ini RSI emas belum jauh dari 50, sehingga bisa dikatakan masih cenderung netral. “Masih ada tingkat ketidakpastian di pasar. Yang paling menonjol, penurunan peringkat Moody’s, melemahnya dolar telah mendukung kompleks logam mulia secara keseluruhan,” ujar David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures, kepada Reuters dilansir dari CNBC Indonesia. Rincian Harga Emas Fisik JFXGOLD X 21 Mei 2025 : Simak informasi lainnya, hanya di MetalNews.

Dalam Sehari Emas Fisik JFXGOLD X Naik Rp. 35.000/gram Read More »

Tidak Menutup Peluang Lahirnya Rekor Baru, Harga Emas Dunia Menguat 1,49%/Toz

Jakarta, MetalNews Digital – Setelah mengalami pelemahan selama beberapa hari pada perdagangannya kemarin, hari ini harga emas dunia kembali menguat. Penguatan ini terjadi tidak terkecuali pada harga emas fisik JFXGOLD X yang transaksinya dapat mengakses langsung pasar dunia, sehingga harganya bergerak real time dan dapat diakses kapanpun dan dimanapun. Pada perdagangannya hari ini Rabu, 14 Mei 2025 harga emas fisik JFXGOLD X berhasil menguat sebanyak 1,49% per troy ounce. Penguatan ini membawa harganya menempati posisi US$ 3.282.02 per troy ounce atau Rp. 1.753.709 per gram. Dilansir dari Bloomberg Technoz Penguatan yang terjadi ini diprediksi akibat ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dengan China yang mereda, dimana pada ketegangan sebelumnya hal ini memicu aksi jual tajam di pasar. Disisi lain, dengan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dengan China dimana kedua negara ini bersama-sama memutuskan untuk menunda tarif selama 90 hari, memotong pungutan AS atas barang-barang China menjadi 30% dari 145% dan bea masuk China menjadi 10% dari 125%. Hal ini mengurangi aliran safe-haven ke emas. Namun dengan terjadinya hal ini, bukan berarti emas akan habis dan menutup peluang pemecahan rekor baru. “Negara-negara emerging market kemungkinan akan tetap menjadi pembeli emas terbesar di tengah kekhawatiran yang masih berlanjut perihal prospek ekonomi global, inflasi, dampak tarif dan ketergantungan terhadap dolar AS,” kata Grant Sporre, Global Head of Metals & Mining Bloomberg Intelligence bersama Analyst Emmanuel Munjeri, dalam kajian yang dipublikasikan oleh Bloomberg hari ini. Rincian Harga Emas Fisik JFXGOLD X 14 Mei 2025 (10.30 WIB) : Simak informasi lainnya, hanya di MetalNews.

Tidak Menutup Peluang Lahirnya Rekor Baru, Harga Emas Dunia Menguat 1,49%/Toz Read More »

Scroll to Top