Tak Berkategori

Konflik Timur Tengah Memanas, Emas Berpotensi Meledak ke $5.448/toz

Jakarta, MetalNews Digital – Ketegangan geopolitik dan gangguan pasokan energi kembali menjadi penggerak utama pasar global. Konflik di Timur Tengah yang terus berkembang mendorong investor meningkatkan eksposur pada aset lindung nilai, terutama emas, sementara pasar energi dan mata uang negara berkembang ikut merasakan dampaknya. Pada perdagangan Jumat, harga emas global kembali menguat sekitar 1% setelah sempat turun lebih dari 1% pada sesi sebelumnya. Harga emas spot tercatat di sekitar $5.124 per troy ounce, sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April naik 1,1% ke $5.131. Kenaikan ini terjadi ketika investor kembali mencari aset aman di tengah meningkatnya ketidakpastian akibat konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Konflik yang kini memasuki hari keenam tersebut memicu eskalasi militer yang lebih luas. Iran dilaporkan melancarkan serangan ke Israel, Uni Emirat Arab, dan Qatar, sementara Amerika Serikat menyatakan memiliki cukup amunisi untuk melanjutkan operasi udara tanpa batas waktu. Kampanye militer AS–Israel yang dimulai sejak akhir pekan lalu telah menargetkan berbagai fasilitas di Iran dan memicu serangan balasan. Eskalasi ini tidak hanya meningkatkan risiko geopolitik, tetapi juga mengganggu jalur distribusi energi global. Gangguan pada pengiriman tanker dan jalur pelayaran strategis di kawasan tersebut menjadi faktor operasional utama yang memicu penyesuaian harga komoditas. Harga minyak Brent untuk kontrak bulan depan kini mengetat di kisaran $84–85 per barel, mencerminkan tekanan pasokan jangka pendek. Jika hambatan pengiriman terus berlanjut, pasar menilai risiko harga minyak dapat meningkat ke kisaran $90 hingga $100 per barel. Lonjakan harga energi ini menciptakan apa yang disebut pelaku pasar sebagai shock arus kas akibat gangguan pasokan, bukan perubahan fundamental pada permintaan global. Namun dampaknya langsung terasa pada inflasi dan sentimen pasar keuangan. Dalam konteks ini, emas kembali berfungsi sebagai asuransi taktis terhadap risiko geopolitik. Sepanjang tahun ini, harga emas telah naik sekitar 18%, mencetak rekor tertinggi berulang kali seiring meningkatnya ketidakpastian global. Arus dana juga terlihat meningkat, dengan aliran ke ETF emas yang bertambah pada pekan ini—menandakan permintaan dari investor institusional. Robby Leonardo – Head of Research Analyst and Market Development, MetalBank Global Monetary menyebut pergerakan emas saat ini masih berada dalam fase konsolidasi teknikal dengan bias naik. “Dalam jangka pendek, harga emas diperkirakan akan bergerak fluktuatif dengan level dukungan di sekitar $5.040 dan resistensi utama di $5.280. Jika level resistensi ini berhasil ditembus, emas berpotensi melanjutkan kenaikan menuju $5.448. Sentimen pasar juga menunjukkan posisi net long yang meningkat, dengan investor institusional menjadi pembeli dominan, sementara investor ritel mulai menunjukkan tanda FOMO ringan.” jelas Robby kepada tim MetalNews Digital. Meski demikian, reli emas tidak sepenuhnya tanpa batas. Penguatan dolar AS dan pergerakan imbal hasil riil masih menjadi faktor yang dapat menahan laju kenaikan. Karena itu, pergerakan emas saat ini lebih mencerminkan permintaan lindung nilai dan aliran dana, bukan perubahan struktural pada siklus suku bunga global. Di pasar saham Amerika Serikat, dinamika yang berbeda terlihat. Indeks utama seperti S&P 500 dan Nasdaq masih bergerak naik, namun kepemimpinan pasar semakin sempit, hanya ditopang oleh sejumlah kecil saham berkapitalisasi besar. Level 6.800 pada S&P 500 menjadi titik pivot penting bagi investor. Selama indeks berada di sekitar level ini, strategi yang banyak diambil adalah melakukan lindung nilai terhadap posisi yang terlalu terkonsentrasi dan menahan diri dari ekspansi risiko yang agresif. Sementara itu, pasar negara berkembang juga ikut merasakan tekanan dari lonjakan energi. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD/IDR) dinilai cukup rentan terhadap kenaikan harga minyak, karena dapat memperbesar tekanan pada neraca perdagangan energi Indonesia. Arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek diperkirakan sangat bergantung pada langkah intervensi Bank Indonesia di pasar valuta asing. Di pasar saham domestik, IHSG masih menghadapi tekanan akibat arus keluar dana asing. Namun analis menilai situasi ini dapat berubah relatif cepat jika aliran dana global kembali masuk ke pasar negara berkembang. Secara keseluruhan, pasar global saat ini berada dalam fase risk re-calibration, di mana konflik geopolitik memicu gangguan pasokan energi, meningkatkan volatilitas komoditas, dan mendorong investor kembali ke aset aman. Dalam lanskap seperti ini, emas tetap menjadi salah satu instrumen utama yang digunakan investor untuk melindungi portofolio dari ketidakpastian global. Pemantauan harga dan transaksi emas di Platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X dapat diaskes pada aplikasi Nunomics. Disclaimer :Informasi harga dan analisis pasar yang disampaikan bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu. Lakukan analisis dan pertimbangan secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi. Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

Konflik Timur Tengah Memanas, Emas Berpotensi Meledak ke $5.448/toz Read More »

Harga Emas Cetak Rekor Baru di Atas US$5.200/toz, Didorong Pelemahan Dolar dan Pembelian Bank Sentral

Jakarta, MetalNews Digital — Harga emas dunia kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa dengan menembus level US$5.200 per troy ounce pada perdagangan terbaru. Kenaikan harga logam mulia tersebut didorong oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS), penurunan imbal hasil riil, serta berlanjutnya pembelian oleh bank sentral dan instrumen exchange-traded fund (ETF) di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global. Penguatan harga emas terjadi seiring menguatnya sentimen penghindaran risiko di pasar keuangan internasional. Investor global cenderung mengalihkan dana ke aset aman di tengah kekhawatiran terhadap arah kebijakan moneter AS, ketidakpastian politik, serta dinamika ekonomi global yang masih rapuh. Kenaikan harga emas global tersebut tercermin di pasar domestik melalui platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X. Pada perdagangan hari ini, Rabu (28/1/2026), harga emas di Bursa Emas Fisik JFXGOLD X tercatat berada di level US$5.241,06 per troy ounce, setara dengan Rp2.862.407 per gram. Dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya, harga tersebut meningkat 3,17 persen atau sekitar Rp76.000 per gram dalam satu hari perdagangan. Dari sisi fundamental, pelaku pasar semakin memperhitungkan peluang bahwa Bank Sentral AS (The Federal Reserve) akan menghentikan atau menyesuaikan kebijakan moneternya lebih awal dari perkiraan sebelumnya. Perubahan ekspektasi tersebut menekan imbal hasil riil obligasi AS dan menopang kenaikan harga emas, yang secara historis memiliki korelasi negatif terhadap imbal hasil dan nilai tukar dolar AS. Selain faktor moneter, risiko geopolitik yang masih tinggi serta ketidakpastian politik di sejumlah kawasan turut memperkuat permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai. Aktivitas pembelian oleh bank sentral dan institusi keuangan global dinilai mencerminkan upaya diversifikasi cadangan serta perlindungan nilai aset di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global. Meski demikian, Head of Research, Analysis, and Market Development Metalbank Global Monetary – Robby Leonardo, menilai potensi volatilitas harga emas dalam jangka pendek masih tetap tinggi. Menurutnya, sikap kebijakan The Fed yang lebih ketat (hawkish), melemahnya aliran dana ke ETF, atau rilis data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan—terutama data inflasi dan ketenagakerjaan—berpotensi memicu koreksi harga emas. “Dalam jangka pendek, pergerakan harga emas masih akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi global dan arah kebijakan moneter AS. Selama pembelian bank sentral dan aliran dana ke ETF tetap berlanjut, tren penguatan harga emas dinilai masih memiliki dukungan struktural yang kuat, meskipun diiringi fluktuasi yang signifikan,” ujar Robby kepada MetalNews. Sementara itu, dinamika kebijakan moneter AS juga berdampak terhadap pergerakan aset global lainnya. Mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, cenderung bergerak dalam rentang terbatas seiring perubahan arah dolar AS dan imbal hasil obligasi AS. Kondisi tersebut mencerminkan bahwa ekspektasi terhadap kebijakan The Fed masih menjadi faktor dominan dalam membentuk arah pasar keuangan global. Pemantauan harga dan transaksi emas di Platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X dapat diaskes pada aplikasi Nunomics. Disclaimer :Informasi harga dan analisis pasar yang disampaikan bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu. Lakukan analisis dan pertimbangan secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi. Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

Harga Emas Cetak Rekor Baru di Atas US$5.200/toz, Didorong Pelemahan Dolar dan Pembelian Bank Sentral Read More »

Harga Emas Tembus US$5.000/toz, Bursa Emas Fisik JFXGOLD X Naik 17% di Awal 2026

Jakarta, MetalNews Digital – Harga emas dunia mencetak rekor tertinggi dengan menembus level US$5.000 per troy ounce pada perdagangan Senin (26/1/2026), didorong lonjakan permintaan aset aman di tengah ketidakpastian geopolitik global serta melemahnya kepercayaan investor terhadap aset Amerika Serikat. Harga emas di bursa emas fisik JFXGOLD X tercatat naik 3,02% ke level US$5.090,28 per troy ounce setelah sempat menyentuh puncak US$4.941,21 per troy ounce pada perdagangannya Jumat kemarin. Penguatan harga emas global tersebut langsung tercermin di pasar domestik. Di Bursa Emas Fisik JFXGOLD X, harga emas melonjak lebih dari 17% sejak awal 2026 atau dalam waktu kurang dari satu bulan. Kenaikan tersebut membawa harga emas fisik di bursa ini ke level US$5.090,28 per troy ounce, setara dengan Rp2.807.008 per gram pada perdagangan hari ini. Reli harga emas didukung meningkatnya minat investor terhadap instrumen safe haven, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat, serta pembelian emas yang berkelanjutan oleh bank sentral global. China, misalnya, tercatat memperpanjang aksi pembelian emas selama 14 bulan berturut-turut hingga Desember lalu, yang memperkuat permintaan struktural terhadap logam mulia. Analis Pasar Senior Capital.com, Kyle Rodda, seperti dikutip Reuters, menilai lonjakan harga emas mencerminkan krisis kepercayaan terhadap pemerintahan dan aset Amerika Serikat, seiring kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump yang dinilai tidak konsisten dan memicu ketidakpastian pasar global. Dari sisi nilai tukar, pelemahan dolar AS yang dipicu penguatan yen Jepang turut menopang kenaikan harga emas, sehingga meningkatkan daya tarik logam mulia bagi investor global menjelang pertemuan Federal Reserve. Sentimen positif terhadap emas juga diperkuat dinamika politik domestik AS. Ancaman Partai Demokrat di Senat untuk memblokir paket pendanaan pemerintah yang mencakup anggaran Departemen Keamanan Dalam Negeri (Department of Homeland Security/DHS) meningkatkan risiko kebuntuan fiskal dan potensi penutupan sebagian pemerintahan federal. Secara historis, kondisi ini berdampak positif terhadap harga emas melalui meningkatnya ketidakpastian kebijakan, menguatnya sentimen risk-off, melemahnya kepercayaan terhadap institusi AS yang menekan dolar dan imbal hasil riil, serta pergeseran investor ke aset lindung nilai. Meski bukan guncangan global, eskalasi konflik anggaran yang berlarut dinilai berpotensi menjaga harga emas tetap bertahan tinggi atau melanjutkan tren kenaikan. Head of Research and Market Development Metalbank Global Monetary, Robby Leonardo, mengatakan bahwa seiring pasar mencermati arah kebijakan Federal Reserve dan rilis data makroekonomi AS, pelaku pasar global cenderung mengadopsi strategi defensif dan selektif lintas aset. “Emas tetap dipandang sebagai instrumen lindung nilai utama, sementara di pasar valuta asing rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp16.600–Rp16.800 per dolar AS,” ujarnya. Di pasar saham, investor meningkatkan perlindungan terhadap saham teknologi Amerika Serikat yang terkonsentrasi, sembari mencermati peluang pada saham siklikal dan saham eksportir komoditas berkapitalisasi besar di pasar domestik, dengan arus investor asing menjadi penentu arah selanjutnya. Pemantauan harga dan transaksi emas di Platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X dapat diaskes pada aplikasi Nunomics. Disclaimer:Informasi harga dan analisis pasar yang disampaikan bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu. Lakukan analisis dan pertimbangan pribadi sebelum mengambil keputusan. Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

Harga Emas Tembus US$5.000/toz, Bursa Emas Fisik JFXGOLD X Naik 17% di Awal 2026 Read More »

Tabungan Emas untuk Pemula (Usia 25–40): Cara Mulai, Risiko, & Strategi

Ingin mulai tabungan emas tapi masih ragu harus mulai dari mana? Kamu tidak perlu menebak-nebak harga untuk bisa mulai berinvestasi. Yang terpenting adalah memahami risikonya dan memulai dengan nominal kecil secara konsisten. Di usia 25–40 tahun, kebutuhan finansial semakin beragam, mulai dari dana darurat, pembelian aset, hingga persiapan pendidikan anak dan pensiun. Karena itu, dibutuhkan instrumen investasi yang aman, fleksibel, dan mudah diakses. Di sinilah tabungan emas menjadi solusi yang relevan. Emas dikenal sebagai aset yang relatif stabil dan mampu menjaga nilai kekayaan dari inflasi. Kini, lewat layanan tabungan emas digital, kamu bisa berinvestasi secara bertahap dengan modal terjangkau, memantau saldo kapan saja lewat aplikasi, dan mencairkannya saat dibutuhkan. Praktis, aman, dan cocok untuk kamu yang ingin mulai membangun masa depan finansial dengan langkah sederhana namun konsisten. Bersama Nunomics, kamu tidak hanya belajar menabung emas, tapi juga membangun kebiasaan finansial yang sehat, aman, dan sesuai prinsip ekonomi Syariah. Apa Itu Tabungan Emas? Tabungan emas adalah bentuk investasi emas di mana kepemilikan emas dicatat dalam satuan gram melalui aplikasi digital atau platform resmi. Saldo emas bisa dicairkan menjadi uang tunai atau diambil sebagai emas fisik. Praktis, fleksibel, dan bisa dimulai dengan modal terjangkau. Sejalan dengan visi Nunomics, tabungan emas mendorong masyarakat membangun kemandirian finansial berbasis nilai ekonomi syariah. Emas sebagai aset riil berfungsi menjaga nilai kekayaan, menghindari spekulasi, serta menumbuhkan budaya menabung dan perencanaan keuangan yang sehat. Emas Fisik VS Emas Digital Emas fisik adalah emas dalam bentuk nyata yang bisa disentuh, seperti batangan, koin, atau perhiasan. Ketika kamu membeli emas fisik, kamu benar-benar memiliki logamnya secara langsung dan bisa menyimpannya sendiri di brankas rumah atau safe deposit box di bank. Kepemilikan emas fisik memberikan rasa aman karena asetnya nyata. Emas fisik ini telah lama digunakan sebagai alat investasi dan penyimpan nilai karena kemampuannya melindungi kekayaan terhadap inflasi dan gejolak ekonomi. Kamu bisa menjualnya langsung di toko emas atau outlet resmi ketika membutuhkan likuiditas. Nunomics memandang emas fisik sebagai aset riil yang memiliki nilai nyata dan dapat dimiliki secara langsung. Emas tidak hanya berfungsi sebagai penyimpan nilai, tetapi juga sebagai alat perlindungan kekayaan dari inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Karena sifatnya yang relatif stabil dan minim spekulasi, emas fisik cocok dijadikan bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang bagi keluarga. Kelebihan emas fisik: Kekurangan emas fisik: Emas digital adalah representasi kepemilikan emas yang tersimpan dan tercatat secara elektronikmelalui aplikasi atau platform investasi digital. Meskipun kamu tidak memegang fisiknya, setiap gram emas digital yang kamu miliki tetap didukung oleh emas fisik yang disimpan oleh penyedia layanan. Dalam layanan tabungan emas digital, kamu mendapatkan bukti kepemilikan secara elektronik, yang menunjukkan saldo emas dalam gram. Kamu bisa melakukan transaksi beli atau jual dengan cepat, kapan saja melalui aplikasi di ponsel. Nunomics menempatkan emas fisik secara digital sebagai pintu masuk edukasi finansial bagi masyarakat, terutama generasi produktif, agar dapat berinvestasi emas secara bertahap tanpa harus menyiapkan dana besar. Meskipun berbentuk digital, media ini tetap berbasis emas fisik sebagai aset dasarnya, sehingga sesuai dengan nilai ekonomi syariah dan mendorong kebiasaan menabung yang lebih terencana. Kelebihan emas digital: Kekurangan emas digital: Aspek Keamanan Pada investasi emas baik fisik maupun digital, keamanan adalah fondasi utama agar tujuan keuangan jangka menengah hingga panjang dapat tercapai tanpa risiko yang tidak perlu. Dalam program Nunomics, literasi keamanan ini menjadi bagian dari edukasi agar masyarakat memilih layanan dengan prinsip aman, legal, dan transparan berdasarkan nilai ekonomi syariah. Dalam modul Nunomics, masyarakat diajarkan pentingnya menyimpan emas fisik di lokasi yang aman seperti brankas bersertifikat atau safe deposit box yang bekerjasama  oleh Kinesis Monetary Internasional, demi mengurangi risiko pencurian atau kerusakan. Emas digital adalah bentuk investasi emas yang kepemilikannya dicatat secara elektronik melalui aplikasi atau platform digital. Kamu tidak memegang emas secara fisik, tetapi setiap gram emas digital didukung oleh emas fisik yang disimpan oleh penyedia layanan atau pengelola, sehingga saldo digital benar-benar merepresentasikan aset nyata. Investor emas digital mendapatkan bukti kepemilikan elektronik dan bisa melakukan transaksi beli atau jual melalui ponsel kapan saja, dengan modal awal yang relatif kecil dan proses yang lebih cepat dibandingkan transaksi emas fisik. Dalam program Nunomics, emas digital dipilih sebagai instrumen menabung yang aman, praktis, dan berbasis aset riil. Setiap saldo emas didukung oleh emas fisik nyata yang disimpan di vault berstandar internasional melalui kerja sama dengan Kinesis Monetary International. Dengan sistem ini, kamu bisa mulai menabung emas dari nominal kecil, memantau saldo secara digital, dan tetap memiliki aset yang nyata, transparan, serta selaras dengan prinsip ekonomi Syariah. Nunomics menekankan pentingnya memilih platform yang melakukan audit independen secara berkala. Audit ini memastikan: Pengguna Nunomics dibimbing memahami mekanisme penarikan emas fisik dari saldo digital, termasuk: Prosedur yang jelas membantu memastikan saldo digital benar-benar mewakili emas fisik yang bisa ditarik. Pada emas digital, Nunomics mengajarkan peserta memilih platform yang menerapkan: Pentingnya literasi digital juga dibahas karena risiko keamanan bukan hanya dari teknis platform, tetapi juga pemahaman pengguna terhadap penggunaan aplikasi. Investasi yang aman adalah investasi yang beroperasi di bawah landasan hukum yang jelas. Dalam konteks Indonesia: Analisis hukum menunjukkan bahwa walaupun regulasi spesifik belum tersedia, ketentuan yang berlaku saat ini tetap memberikan dasar hukum bagi penyelenggaraan perdagangan emas digital secara aman. Dalam pandangan Nunomics, keamanan investasi tidak hanya soal sistem teknologi, tetapi juga mencerminkan nilai amanah, transparansi, dan keadilan dalam pengelolaan aset. Karena itu, investasi harus didukung oleh penyimpanan emas fisik di vault yang aman, audit berkala, berada di bawah pengawasan dan rekomendasi BAPPEBTI, serta terdaftar resmi di KOMDIGI. Dengan pendekatan ini, masyarakat tidak hanya belajar berinvestasi secara cerdas, tetapi juga mengelola harta secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Strategi Nabung Tujuan 12-24 Bulan Menabung emas secara konsisten selama 12–24 bulan membantu kamu mencapai target finansial seperti dana pendidikan, DP rumah, atau persiapan pensiun dengan risiko yang lebih terkendali. Dua strategi yang efektif adalah Dollar-Cost Averaging (DCA) dan atur porsi alokasi sesuai tujuan & cashflow. Dollar-Cost Averaging (DCA) adalah pendekatan investasi di mana kamu membeli emas secara berkala misalnya mingguan atau bulanan dengan jumlah dana yang sama, tanpa memperhatikan harga emas saat itu. Strategi ini membantu merata-ratakan harga beli sepanjang periode 12–24 bulan, sehingga risiko timing pasar (menunggu harga rendah) dapat diminimalkan.

Tabungan Emas untuk Pemula (Usia 25–40): Cara Mulai, Risiko, & Strategi Read More »

Emas Meroket ke Area Rekor, Investor Berburu Aset Aman

Jakarta, MetalNews Digital – Harga emas dunia diperdagangkan mendekati rekor tertinggi sepanjang masa di kisaran US$4.670 per troy ounce. Penguatan ini terjadi seiring meningkatnya ketidakpastian global yang mendorong lonjakan permintaan terhadap aset lindung nilai (safe haven). Ketegangan hubungan dagang dan politik antara Amerika Serikat dan Uni Eropa menjadi faktor utama yang menekan sentimen pasar. Ancaman penerapan tarif yang kian mendekat serta berlanjutnya perselisihan geopolitik global membuat investor mengalihkan portofolio ke emas. Dari sisi kebijakan moneter, pasar menanti rilis data inflasi PCE Amerika Serikat yang menjadi acuan utama Federal Reserve. Ketidakpastian arah kebijakan suku bunga, ditambah isu independensi bank sentral AS, memperkuat minat terhadap emas. Kinerja emas yang tetap solid juga mencerminkan risiko global yang berlanjut, termasuk ketegangan yang melibatkan Iran dan Venezuela. Dalam situasi tersebut, emas diperdagangkan dengan permintaan lindung nilai yang stabil, seiring pelemahan imbal hasil riil. Robby Leonardo, Head of Research Analyst and Market Development Metalbank Global Monetary mengatakan, pada kisaran US$4.660 per troy ounce, harga emas memperoleh dukungan dari pembelian bank sentral serta aliran dana ke exchange traded fund (ETF). Permintaan struktural ini menjadi penopang utama harga di tengah volatilitas pasar global. Penguatan harga emas global sejalan dengan naiknya harga emas di bursa emas fisik JFXGOLD X. Pada perdagangannya hari ini, Selasa (20/1/2026) harganya menempati angka US$ 4.674.03 per troy ounce atau Rp. 2.586.268 per gram. “Dari sisi sentimen, minat investor institusi terhadap emas tetap moderat sebagai strategi lindung nilai. Pasar opsi menunjukkan meningkatnya permintaan proteksi terhadap volatilitas dan risiko penurunan harga.” Robby Leonardo, Head of Research Analyst and Market Development Metalbank Global Monetary kepada tim MetalNews Digital. Sementara itu, di pasar valuta asing, USD/IDR bergerak dalam rentang 16.900–17.020. Rupiah didukung aliran ekspor komoditas, terutama nikel, kelapa sawit, dan batu bara. Kebijakan Bank Indonesia serta kesiapan intervensi di pasar valas menahan pergerakan ekstrem. Sentimen investor domestik terjaga positif, sementara investor asing masih bersikap hati-hati. Likuiditas yang relatif tipis membuat pergerakan pasar tetap responsif terhadap perkembangan data dan isu global. Pemantauan harga dan transaksi emas di Platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X dapat diaskes pada aplikasi Nunomics. Disclaimer:Informasi harga dan analisis pasar yang disampaikan bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu. Lakukan analisis dan pertimbangan pribadi sebelum mengambil keputusan. Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

Emas Meroket ke Area Rekor, Investor Berburu Aset Aman Read More »

Risk-Off Global Angkat Harga Emas, JFXGOLD X Menguat 1,15%

Jakarta, MetalNews Digital – Pasar keuangan global bergerak dalam fase penghindaran risiko (risk-off) seiring kombinasi penyesuaian kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed), meningkatnya ketegangan tarif, serta eskalasi geopolitik yang menjadi faktor dominan lintas aset. Kondisi tersebut menopang permintaan aset lindung nilai, sehingga harga emas bertahan kuat di kisaran US$4.650–4.660 per troy ounce. Pergerakan ini didukung pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan tekanan pada imbal hasil riil, seiring ekspektasi pasar terhadap sikap kebijakan The Fed yang lebih longgar di akhir siklus pengetatan. Membuka perdagangan pekan ini, Senin (19/1/2026), harga emas di bursa emas fisik JFXGOLD X tercatat menguat 1,15% atau sekitar Rp22.000 per gram. Penguatan tersebut menempatkan harga emas fisik JFXGOLD X di level US$4.654,12 per troy ounce atau setara Rp2.570.494 per gram. Kenaikan ini mencerminkan berlanjutnya aliran dana ke aset aman di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Dari sisi fundamental Robby Leonardo, Head of Research Analyst and Market Development Metalbank Global Monetary mengatakan, meningkatnya ketegangan tarif dan geopolitik, serta pelemahan dolar AS, kembali menjadi katalis utama pergerakan harga emas yang secara historis dipandang sebagai penyimpan nilai tanpa imbal hasil. Pada saat yang sama, imbal hasil riil tetap berada dalam tekanan seiring pasar memperhitungkan potensi kebijakan moneter The Fed yang lebih akomodatif, sehingga menurunkan biaya oportunitas kepemilikan emas batangan. Dari sisi sentimen, aktivitas lindung nilai institusional, arus masuk dana melalui exchange traded fund (ETF), serta pergerakan pasar opsi mengindikasikan adanya pembelian saat harga mengalami koreksi. “Di pasar valuta asing, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah (USD/IDR) bergerak dalam kisaran 16.700–17.000. Pergerakan tersebut mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar dalam merespons dinamika global, sementara aktivitas lindung nilai korporasi cenderung dilakukan secara bertahap” ucap Robby Leonardo kepada tim MetalNews Digital pagi ini. Sementara itu, pasar saham AS masih menunjukkan kepemimpinan yang terbatas, terutama pada sektor teknologi, sehingga membuat pergerakan indeks relatif rentan terhadap perubahan sentimen. Di dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam rentang terbatas dan ditopang oleh partisipasi investor domestik, meskipun arah pergerakan selanjutnya masih sangat bergantung pada arus dana asing. Adapun harga minyak dunia bergerak fluktuatif seiring respons pasar terhadap perkembangan geopolitik dan sinyal pasokan global, dengan volatilitas yang masih dipengaruhi oleh peristiwa jangka pendek. Pemantauan harga dan transaksi emas di Platform Bursa Emas Fisik JFXGOLD X dapat diaskes pada aplikasi Nunomics. Disclaimer:Informasi harga dan analisis pasar yang disampaikan bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu. Lakukan analisis dan pertimbangan pribadi sebelum mengambil keputusan. Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

Risk-Off Global Angkat Harga Emas, JFXGOLD X Menguat 1,15% Read More »

Harga Emas Fisik JFXGOLD X Naik Jadi Rp. 2,3 juta/gram Usai Trump Teken RUU Akhiri US Shutdown

Jakarta, MetalNews Digital – Harga emas lanjutkan penguatannya sampai dengan perdagangan hari ini. Setelah bertahan lama dengan koreksi harganya, harga emas berhasil kembali ke level US$ 4.000 per troy ounce pada 10 November 2025 . Harga emas berjalan menguat seiring dengan para pelaku pasar yang saat ini sedang menanti pengumuman tentang keputusan suara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri penutupan pemerintah federal atau US Shutdown. Pengumuman ini dinanti karena dengan diakhirinya US Shutdown maka pemerintahan kembali dibuka dan aliran data ekonomi kembali dibuka. Presiden Donald Trump telah menandatangani undang-undang yang mengakhiri penutupan pemerintahan AS terlama dalam sejarah AS. Penandatanganan ini dilakukan setelah beberapa jam setelah DPR menyetujui untuk melanjutkan bantuan pangan yang terganggu, membayar ratusan ribu pegawai federal dan menghidupkan kembali sistem pengadilan lalu lintas udara yang terganggu. Tanda tangan Trump pada rancangan undang-undang tersebut yang telah disetujui senat pada awal pekan ini, akan membawa pegawai federal yang terpaksa berhenti bekerja akibat penutupan pemerintahan selama 43 hari kembali ke pekerjaan mereka mulai kamis ini. Meskipun seberapa cepat layanan dan operasi pemerintah sepenuhnya akan pulih namun masih belum jelas. “Kita tidak boleh membiarkan hal ini terjadi lagi,” kata Trump di Ruang Oval selama upacara penandatanganan larut malam yang dia gunakan untuk mengkritik Demokrat. “Ini bukan cara yang tepat untuk mengelola negara.” tambah Donald Trump, Presiden AS dikutip dari Reuters.com. Penutupan pemerintahan AS selama 43 hari ini menjadi yang terpanjang dalam sejarah AS. Tentunya penutupan pemerintahan AS ini membebani perekonomian dan menghambat data pemerintah, mendorong para pembuat kebijakan dan pasar untuk mengandalkan indikator swasta untuk mengukur kondisi perekonomian. Namun usai ditandatanganinya undang-undang yang mengakhiri penutupan pemerintahan AS seperti memberikan angin segar untuk market. Mengapa tidak, hal ini membuka kembali aliran data ekonomi dan memberikan jalan bagi Bank Sentral AS The Federal Reserve (The Fed) untuk memangkas suku bunga pada bulan Desember. Dimana hal ini membuka peluang untuk penguatan harga emas akan terjadi pada penutupan tahun 2025. Mengingat emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah. Harga Emas Fisik JFXGOLD X 13 November 2025 : Berakhirnya penutupan pemerintahan AS membawa harga emas fisik JFXGOLD X yang transaksinya menggunakan harga pasar dunia berhasil menguat sebanyak 5,42%. Penguatan ini juga berhasil membawa harganya kembali ke level US$ 4000 per troy ounce, lebih tepatnya pada perdagangan Kamis ini (13/11/2025) harganya berada di angka US$ 4.211.51 per troy ounce atau Rp. 2.301.973 per gram. Pemantauan harga dan transaksi emas fisik di Bursa Komoditi JFX melalui platform JFXGOLD X dapat diaskes pada aplikasi NUNOMICS. Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

Harga Emas Fisik JFXGOLD X Naik Jadi Rp. 2,3 juta/gram Usai Trump Teken RUU Akhiri US Shutdown Read More »

Terbebani The Fed Rate Cut, Harga Emas Fisik JFXGOLD X Terkoreksi 0,72% Pada Awal November

Harga emas dunia lanjutkan koreksi harganya sampai dengan perdagangan hari ini. Setelah sempat menguat 2% pada perdagangan hari Jumat, emas dunia membuka perdagangan bulan November dengan pelemahan harga 0,72%. Setelah diumumkannya keputusan pemotongan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) pada 29 Oktober waktu AS memberikan efek yang berbeda terhadap harga emas. Biasanya harga emas akan menguat ketika terjadi pemotongan suku bunga oleh The Fed, karena emas lebih diuntungkan dikala suku bunga rendah, namun kali ini berbeda. Meskipun harga emas dunia sempat menguat pada 29 Oktober sore, namun hal ini tidak menolong harganya kembali ke posisi tertinggi. Sebaliknya, usai pemotongan suku bunga yang dilakukan oleh The Fed, harga emas justru lanjutkan koreksi harganya. Hal ini tentu menarik pertanyaan publik, apa yang menyebabkan penguatan harga emas tertahan setelah pemotongan suku bunga? Pada 29 Oktober waktu AS melalui konferensi pers setelah menyampaikan keputusan tentang pemotongan suku bunga 25 bps ke level 3,75 – 4%, Jerome Powell ketua The Fed mengatakan bahwa The Fed belum yakin akan menurunkan suku bunganya pada FOMC Desember mendatang. Sebelumnya pada pertemuan September komite menyebut adanya kemungkinan pemangkasan suku bunga pada tahun ini sebanyak tiga kali, namun Powell memperingatkan pasar agar tidak menganggap pemotongan Desember sebagai kepastian. “Dalam diskusi rapat kali ini, terdapat perbedaan pandangan yang cukup kuat mengenai langkah Desember. Pemangkasan lebih lanjut pada pertemuan Desember bukan sesuatu yang pasti. Jauh dari itu,” kata Powell. Hal ini membawa harga emas kembali lanjutkan koreksinya sebab terbebani oleh ketidakpastian pemangkasan suku bunga The Fed pada FOMC terakhir tahun ini. Melansir dari live streaming market update bersama MetalNews Digital, Robby Leonardo – Head of Research, Analyst and Market Development Metalbank Global mengatakan bahwa saat ini emas sedang ambil nafas setelah reli tajam pada Oktober. Penguatan dolar AS dan penurunan ekspektasi tentang pemotongan suku bunga The Fed menekan harga emas. “Pasar dolar AS yang melemah mengurangi ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed yang agresif, dan pelonggaran ketegangan perdagangan AS-China yang mengurangi permintaan safe haven secara langsung”. Meskipun sedang mengalami fase koreksi harga, ramalan tentang penguatan harga emas banyak disampaikan salah satunya oleh Morgan Stanley. Ia memperkirakan harga emas akan mencapai US$ 4.500 per troy ounce pada pertengahan 2026. “Pergerakan harga terbaru telah membawa emas ke wilayah ‘overbought’ berdasarkan Indeks Kekuatan Relatif (RSI), tetapi koreksi terbaru telah membawanya ke level yang lebih sehat, kemungkinan membersihkan posisi,” kata Morgan Stanley dalam sebuah catatan dilansir dari Reuters.com. Namun, Morgan Stanley memperingatkan bahwa risiko penurunan tetap ada, termasuk volatilitas harga yang berpotensi mendorong investor beralih ke kelas aset lain atau keputusan bank sentral untuk mengurangi cadangan emas. Rincian Harga Emas Fisik JFXGOLD X 3 November 2025 : Pemantauan harga dan transaksi emas fisik di Bursa Komoditi JFX melalui platform JFXGOLD X dapat diaskes pada aplikasi NUNOMICS. Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

Terbebani The Fed Rate Cut, Harga Emas Fisik JFXGOLD X Terkoreksi 0,72% Pada Awal November Read More »

Tok! The Fed Potong Suku Bunga 0,25 Bps, Bagaimana Kabar Emas?

Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) umumkan keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) tadi malam (30/10/2025) waktu Indonesia. Dalam kesempatannya Ketua The Fed Jerome Powell menyampaikan keputusan The Fed untuk melakukan pemotongan suku bunga acuan sebesar 0,25% menjadi 3,75% – 4%. Pemotongan suku bunga ini merupakan kali keduanya The Fed memotong suku bunga acuan pada tahun 2025. Keputusan untuk melakukan pemotongan suku bunga ini merupakan langkah yang diambil di tengah kekhawatiran melemahnya pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) dan terbatasnya release data ekonomi akibat penutupan pemerintahan AS atau US Shutdown. Melalui penjelasannya Powell menyampaikan bahwa Inflasi telah meningkat sejak awal tahun dan tetap relatif tinggi. Komite berupaya mencapai tingkat pengangguran minimum dan inflasi sebesar 2 persen dalam jangka panjang. Ketidakpastian mengenai prospek ekonomi tetap tinggi. Komite memperhatikan risiko terhadap kedua sisi mandat gandanya dan menilai bahwa risiko penurunan terhadap lapangan kerja meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Untuk mendukung tujuannya dan mengingat pergeseran dalam keseimbangan risiko, Komite memutuskan untuk melakukan pemotongan suku bunga acuan sebesar 0,25%. Melansir dari siaran FOMC Press Conference, 29 Oktober 2025 waktu Amerika pada kanal YouTube Federal Reserve, terdapat 3 poin dari keputusan pemotongan suku bunga oleh The Fed pada FOMC Oktober ini. Komite sangat berkomitmen untuk mendukung penciptaan lapangan kerja maksimal dan mengembalikan inflasi ke target 2 persen. Dalam menilai sikap kebijakan moneter yang tepat, Komite akan terus memantau implikasi informasi terbaru terhadap prospek ekonomi. Komite siap menyesuaikan sikap kebijakan moneter sesuai kebutuhan jika muncul risiko yang dapat menghambat pencapaian tujuan Komite. Penilaian Komite akan mempertimbangkan berbagai informasi, termasuk data tentang kondisi pasar tenaga kerja, tekanan inflasi, dan ekspektasi inflasi, serta perkembangan keuangan dan internasional. Pemotongan suku bunga acuan yang dilakukan oleh The Fed tidak banyak menolong harga emas. Setelah sempat rebound pada Rabu sore (29/10/2025) kemarin, saat ini harga emas kembali melemah setelah para investor memanfaatkan kondisi rebound untuk taking profit atau mengambil keuntungan. Robby Leonardo – Head of Research, Analyst and Market Development Metalbank Global Monetary mengatakan peningkatan kecil seiring pelemahan dolar, namun tekanan ambil untung tetap dominan di awal sesi membuat emas mengalami koreksi harga setelah lonjakan tajam pada bulan Oktober. Peter Grant ahli strategi logam senior mengatakan emas memberikan reaksi secara logis terhadap upaya Powell untuk mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga pada Desember.”Emas bereaksi secara logis terhadap upaya Powell untuk mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga pada Desember. Kita sudah melihat Fed funds futures memangkas ekspektasi, yang akan berdampak positif terhadap dolar dan negatif terhadap emas,” ujar Peter Grant, dikutip dari Reuters. Tai Wong seorang pedagang logam independen menyatakan bahwa pemotongan suku bunga Oktober ini oleh The Fed melemahkan pemulihan logam mulia. “Fakta bahwa penurunan suku bunga pada Desember sekarang dipertanyakan akan melemahkan pemulihan logam mulia,” ujar Tai Wong dikutip dari CNBC Indonesia. Emas fisik JFXGOLD X telah menguat lebih dari 50% sepanjang tahun 2025, Emas fisik JFXGOLD X juga berhasil mencapai rekor tertinggi di level US$ 4.353.03 per troy ons pada 21 Oktober, tetapi telah turun lebih dari 9% sejauh minggu ini, sebagian karena meredanya ketegangan perdagangan. Rincian Harga Emas Fisik JFXGOLD X 30 Oktober 2025 : Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

Tok! The Fed Potong Suku Bunga 0,25 Bps, Bagaimana Kabar Emas? Read More »

Menguat 47% Sepanjang Tahun 2025, Hari Ini Harga Emas Fisik JFXGOLD X Tembus US$ 3.900/toz

Harga emas dunia terus berikan kejutan di setiap perdagangannya. Pada perdagangan hari ini saja Senin (6/10/2025) harga emas dunia berhasil kejutkan market dengan capaiannya kembali pecahkan rekor harga ke angka US$ 3.923.48 per troy ounce atau Rp. 2.125.120 per gram. Lonjakan harga emas fisik JFXGOLD X tidak lain terjadi akibat dorongan permintaan aset safe haven akibat risiko penutupan pendanaan pemerintah (shutdown) Amerika Serikat (AS) dan penyesuaian harga pasar yang lebih dalam terhadap pemotongan suku bunga oleh Bank Sentral AS The Federal Reserve (The Fed). Dua hal ini memiliki peran untuk menurunkan imbal hasil yang diharapkan dan mendukung pergerakan harga emas. Tidak berhenti disini, harga emas dunia bahkan diramal akan semakin perkasa pada perdagangan selanjutnya. Sepanjang tahun 2025 saja, harga emas fisik di bursa komoditi JFX yang transaksinya menggunakan harga pasar dunia tercatat telah menguat sebanyak 47%, hal ini menjadi kinerja harga emas terbaik sepanjang masa. “Harga emas spot melonjak ke rekor baru di pasar AS sebesar US$ 3.900, didorong oleh permintaan safe haven akibat risiko penutupan pendanaan pemerintah AS dan penyesuaian harga pasar yang lebih dalam/lebih mungkin terhadap pemotongan suku bunga The Fed – keduanya menurunkan imbal hasil riil yang diharapkan dan mendukung harga emas.” Robby Leonardo – Head of Research, Analyst and Market Development Metalbank Global Monetary. Melansir dari bloombergtechnoz.com semestinya akhir pekan lalu ada data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang dirilis pada periode September. Angka penciptaan lapangan kerja non-pertanian (non-farm payroll) dan tingkat pengangguran menjadi data krusial yang diumumkan. Namun melihat kondisi pemerintah AS yang masih mengalami penutupan sementara atau shutdown maka rilis data tersebut terpaksa ditunda. Hal ini membuat pelaku pasar menjadi kehilangan arah dan kesulitan untuk menentukan langkah selanjutnya tanpa panduan data yang memadai. “Anda tidak akan mau terbang dengan mata tertutup di lingkungan seperti ini,” tegas Gregory Daco, Ekonom EY-Parthenon, seperti dikutip dari Bloomberg News. Rincian Harga Emas Fisik JFXGOLD X 6 Oktober 2025 : Pemantauan harga dan transaksi emas fisik di Bursa Komoditi JFX melalui platform JFXGOLD X dapat diaskes pada aplikasi NUNOMICS. Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

Menguat 47% Sepanjang Tahun 2025, Hari Ini Harga Emas Fisik JFXGOLD X Tembus US$ 3.900/toz Read More »

Scroll to Top