nunomics

Aset Digital Seperi Crypto dan Emas Digital

3 Contoh Aset pada Dunia Digital seperti Crypto, AI, dan Emas: Apakah Masa Depan Hybrid akan Terlaksanakan?

Dunia Digital Tetap Butuh Aset Riil Saat teknologi berkembang pesat, kita seringkali terjebak dalam euforia inovasi dunia digitaldimulai dari blockchain yang merevolusi keuangan, hingga kecerdasan buatan yang mengubah cara kerja industri. Namun, di tengah gelombang digitalisasi yang masif ini, sebuah pertanyaan fundamental muncul: apakah dunia yang serba digital ini benar-benar bisa melepaskan diri dari aset riil? Jawabannya mengejutkan: tidak. Bahkan, konvergensi antara cryptocurrency, AI, dan emas justru menciptakan ekosistem hybrid yang lebih kuat—sebuah masa depan di mana teknologi dan prinsip investasi tradisional berjalan beriringan. Tokenisasi Emas: Jembatan Antara Dua Dunia Selama ribuan tahun, emas telah menjadi simbol keamanan dan penyimpan nilai. Namun, kepemilikan emas fisik selalu memiliki tantangan: biaya penyimpanan yang tinggi, likuiditas terbatas, dan hambatan geografis. Tokenisasi emas hadir sebagai solusi revolusioner yang menggabungkan keandalan emas dengan efisiensi blockchain. Tokenisasi emas adalah proses mengubah emas fisik menjadi token digital yang dapat diperdagangkan 24/7 di platform blockchain. Setiap token mewakili kepemilikan sejumlah emas tertentu yang disimpan di brankas teregulasi. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan likuiditas, tetapi juga membuka akses kepada investor kecil melalui kepemilikan fraksional. Data dari World Gold Council menunjukkan bahwa permintaan emas dalam bentuk ETF yang didukung emas melonjak 23% pada tahun 2020, dengan arus masuk bersih mencapai 877 ton senilai lebih dari $48 miliar. Tren ini membuktikan bahwa investor semakin tertarik pada versi digital dari aset riil. Platform seperti Tether Gold telah menunjukkan potensi besar dengan kapitalisasi pasar yang melampaui $500 juta pada tahun 2021. Transparansi blockchain memastikan bahwa setiap token benar-benar didukung oleh emas fisik, memberikan kepercayaan yang tidak mungkin dicapai di pasar tradisional. Bitcoin Miner: Dari Crypto ke Infrastruktur AI Sementara tokenisasi emas menghubungkan aset fisik dengan dunia digital, para penambang Bitcoin mengalami transformasi yang tak kalah menarik. Infrastruktur yang awalnya dibangun untuk menambang cryptocurrency kini menjadi aset berharga dalam era kecerdasan buatan. Frank Holmes dari Hive Digital Technologies menjelaskan bahwa membangun pusat data dari awal membutuhkan waktu tiga tahun. Namun, mengubah pusat data penambangan Bitcoin menjadi pusat data AI hanya memerlukan sembilan bulan. Efisiensi ini menempatkan Bitcoin miner dalam posisi strategis untuk memanfaatkan ledakan permintaan komputasi AI. Kasus TeraWulf menjadi bukti nyata: sahamnya melonjak hampir 60% dalam satu hari setelah mendapatkan kesepakatan senilai $3,2 miliar dengan Alphabet. Investor institusional seperti Citadel Securities mulai mengakuisisi saham perusahaan penambangan crypto yang beralih ke AI, seperti kepemilikan 5,4% mereka di Hive Digital. Yang menarik, valuasi Bitcoin miner masih jauh lebih rendah dibandingkan perusahaan pusat data konvensional. Holmes mencatat bahwa Bitcoin miner seperti Hive diperdagangkan kurang dari 2 kali EBITDA, sementara ETF pusat data diperdagangkan pada 20 kali EBITDA. Kesenjangan valuasi ini menciptakan peluang investasi yang signifikan. Kevin O’Leary dari Shark Tank menganalogikannya dengan masa demam emas: “Jika saya harus mulai berinvestasi dalam emas 300 tahun yang lalu, saya akan berinvestasi dalam emas, penambang emas, perusahaan yang membuat jeans, pick, dan sekop. Dan saya akan melakukannya jauh lebih baik daripada hanya memiliki emas.” Konvergensi: Mengapa Dunia Digital Butuh Aset Riil Pola yang muncul dari kedua fenomena ini sangat jelas: teknologi digital tidak menggantikan aset riil, melainkan meningkatkan nilainya. Emas tetap menjadi penyimpan nilai, tetapi kini dapat diperdagangkan dengan likuiditas cryptocurrency. Infrastruktur penambangan Bitcoin tetap bernilai, bahkan lebih berharga ketika dapat mendukung komputasi AI. Ini bukan paradoks—ini adalah evolusi logis. Dunia digital dibangun di atas fondasi fisik: pusat data membutuhkan listrik dan infrastruktur, stablecoin membutuhkan aset pendukung, dan investor tetap mencari safe haven di tengah volatilitas pasar. Bank sentral Rusia bahkan mempertimbangkan tokenisasi cadangan emas sebagai strategi diversifikasi dari dolar AS. Ini menunjukkan bahwa bahkan institusi besar menyadari nilai dari menggabungkan aset riil dengan teknologi digital. Pasar AI sendiri membuktikan bahwa hasil nyata lebih penting dari hype. OpenAI beralih dari menghasilkan $0 menjadi $1 miliar dalam pendapatan bulanan dalam kurang dari dua tahun—bukti bahwa AI bukan sekadar gelembung spekulatif seperti era dotcom, melainkan menghasilkan nilai ekonomi riil. Prinsip yang Bertahan Di tengah semua inovasi teknologi, beberapa prinsip investasi fundamental tetap relevan: Diversifikasi tetap krusial. Kombinasi crypto, saham perusahaan AI, dan aset berbasis emas menciptakan portofolio yang lebih resilient. Aset riil tetap penting. Bahkan dalam bentuk digital, aset yang didukung oleh sesuatu yang nyata—entah emas fisik atau infrastruktur pusat data—memberikan kepercayaan lebih tinggi kepada investor. Likuiditas adalah kunci. Tokenisasi dan digitalisasi meningkatkan likuiditas aset tradisional, membuat pasar lebih efisien dan inklusif. Transparansi teknologi membangun kepercayaan. Blockchain memberikan tingkat transparansi dan akuntabilitas yang tidak mungkin dicapai sistem tradisional. Apakah NUNOMICS.ID Bisa Bersaing untuk Hal Itu Kedepannya? Menariknya, Indonesia memiliki pemain lokal yang sudah bergerak di persimpangan antara emas fisik dan teknologi digital: NUNOMICS.ID. Platform ini lahir dari inisiatif generasi Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di dunia dengan lebih dari 100 juta anggota dan pengikut. NUNOMICS meluncurkan aplikasinya secara resmi pada 14 November 2024 sebagai platform keuangan yang mematuhi prinsip syariah. Yang membedakan NUNOMICS adalah fokusnya pada emas fisik—bukan sekadar emas digital. Platform ini menawarkan transaksi emas fisik dengan kemurnian 999,9 yang disimpan di vault dan diawasi langsung oleh Bappebti, Jakarta Futures Exchange (JFX), dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Berbeda dengan cryptocurrency konvensional yang pernah dinyatakan haram oleh sebagian ulama NU pada Oktober 2021 karena dianggap spekulatif dan mengandung unsur gharar (ketidakpastian), NUNOMICS mengambil pendekatan yang lebih diterima secara syariah dengan berbasis pada aset riil. Platform ini bekerja sama dengan Kinesis Monetary Indonesia dan PT Pos Indonesia untuk pengelolaan penyimpanan fisik emas. Keunggulan Kompetitif NUNOMICS: NUNOMICS memiliki beberapa keunggulan strategis untuk bersaing di pasar hybrid crypto-AI-emas: Legitimasi Syariah. Dengan dukungan NU dan kepatuhan penuh terhadap prinsip syariah, NUNOMICS memiliki akses ke pasar Muslim Indonesia yang sangat besar—negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Ini memberikan keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki platform global. Regulasi Lokal. Diawasi oleh Bappebti dan lembaga regulasi lokal lainnya, NUNOMICS beroperasi dalam kerangka hukum yang jelas di Indonesia. Ini mengurangi risiko regulatori yang sering menghantui platform cryptocurrency global. Aksesibilitas. Transaksi bisa dimulai dari 0,01 gram emas dengan menggunakan harga pasar dunia yang dinamis. Ini membuka akses ke segmen pasar yang lebih luas, termasuk investor kecil yang selama ini terhalang oleh harga emas yang mahal. Ekosistem Terintegrasi. NUNOMICS tidak hanya menawarkan investasi emas, tetapi juga layanan turunan seperti

3 Contoh Aset pada Dunia Digital seperti Crypto, AI, dan Emas: Apakah Masa Depan Hybrid akan Terlaksanakan? Read More »

Perjalanan Emas sebagai Mata uang : Pelajaran 4000 Tahun Lindungi Kekayaan yang tak pernah terinflasi

Ketika Babilonia mencetak koin emas pertama sekitar 600 SM, mereka tidak hanya menciptakan alat tukar, mereka memulai sebuah legasi yang akan bertahan lebih lama dari kerajaan mereka sendiri. Ribuan tahun kemudian, emas masih berdiri tegak, melewati kejatuhan imperium, revolusi ekonomi, dan transformasi digital yang mengubah wajah dunia. Apakah Perjalanan emas begitu berpengaruh terhadap inflasi? Perjalanan Singkat Emas Melintasi Peradaban Bayangkan tahun 1760 Sebelum Masehi—jauh sebelum teknologi digital atau bahkan sistem perbankan modern—Raja Hammurabi sedang menyusun sebuah dokumen monumental di Mesopotamia. Code of Hammurabi bukan sekadar kumpulan hukum, melainkan formalisasi pertama peran uang dalam struktur masyarakat. Ini adalah momen historis ketika manusia sepakat: ekonomi membutuhkan standar, dan standar membutuhkan kepercayaan. Dan sejak saat itu, emas telah menjadi simbol kepercayaan tersebut. Pelajaran Krusial dari Abad ke-21 Inilah yang membuat emas relevan hari ini: pelajaran keras dari krisis modern yang memvalidasi kebijaksanaan ribuan tahun. 1. Perjalanan Emas saat Krisis Keuangan 2008: Ketika Sistem Modern Runtuh Lehman Brothers, salah satu bank investasi terbesar di dunia, kolaps dalam semalam. Triliunan dolar aset menguap. Sistem perbankan yang dianggap “terlalu besar untuk gagal” ternyata rapuh. Sementara itu, emas naik 25% dalam setahun setelah krisis—melindungi mereka yang memilikinya. Pelajaran: Institusi modern bisa runtuh, tetapi emas tetap berdiri. Bank sentral dunia hingga kini masih memegang sepertiga dari seluruh emas dunia (1,140 juta ounce)—bukan tanpa alasan. Mereka tahu bahwa emas adalah “war chest” yang dapat dimanfaatkan dalam kekacauan mata uang global. 2. Pandemi COVID-19 (2020-2023): Inflasi yang Menghancurkan Daya Beli Ketika pandemi melanda, bank sentral di seluruh dunia mencetak uang dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hasilnya? Inflasi global yang menghancurkan tabungan masyarakat. Di Indonesia, inflasi mencapai 5.51% pada 2022. Di AS, inflasi menyentuh 9.1%—tertinggi dalam 40 tahun. Namun, emas bereaksi berbeda. Harga emas mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa, melampaui $2.100 per ounce. Mereka yang menyimpan kekayaan dalam emas tidak hanya terlindungi, tetapi juga melihat nilai aset mereka meningkat. Pelajaran: John Maynard Keynes pernah mengingatkan, “Melalui proses inflasi yang berkelanjutan, pemerintah dapat menyita, secara diam-diam dan tidak teramati, bagian penting dari kekayaan warganya.” Emas adalah jawaban terhadap pencurian tersembunyi ini. Ketika Rp10 juta hari ini tidak sama dengan Rp10 juta lima tahun mendatang, emas mempertahankan daya belinya. 3. Ketidakstabilan Geopolitik: Perang Dagang hingga Konflik Dari perang dagang AS-China, konflik Rusia-Ukraina, hingga ketegangan di Timur Tengah—ketidakpastian geopolitik telah mendorong investor mencari “safe haven”. Setiap kali krisis geopolitik memuncak, harga emas naik. Bukan kebetulan—ini refleksi dari kepercayaan ribuan tahun bahwa emas adalah aset teraman saat dunia bergolak. Pelajaran: Dalam dunia yang semakin tidak dapat diprediksi, emas menawarkan stabilitas yang tidak dapat dijanjikan oleh mata uang fiat atau bahkan saham teknologi. George Bernard Shaw pada 1928 menulis: “Anda harus memilih antara mempercayai stabilitas natural emas dan kejujuran serta kecerdasan anggota pemerintah. Saya menyarankan Anda memilih emas.” 4. Era Digital: Emas Bertransformasi, Bukan Tergantikan Cryptocurrency muncul dengan janji desentralisasi dan kebebasan dari kontrol pemerintah. Bitcoin disebut “digital gold”. Namun volatilitasnya yang ekstrem—bisa naik 100% atau turun 70% dalam setahun—membuktikan bahwa ia lebih seperti aset spekulatif daripada penyimpan nilai. Di sinilah evolusi terjadi: gold-backed cryptocurrency menggabungkan keunggulan teknologi blockchain dengan stabilitas emas. Platform seperti NUNOMICS.id hadir sebagai solusi yang menghubungkan dunia fisik dan digital—memungkinkan Anda memiliki, menyimpan, dan bertransaksi dengan emas melalui teknologi modern tanpa kehilangan nilai intrinsiknya. Pelajaran: Teknologi adalah alat, bukan pengganti. Emas tidak bersaing dengan Bitcoin—ia melengkapi portofolio modern sebagai fondasi yang tidak tergoyahkan. Imam al-Ghazali dan Ibn Taymiyyah mengajarkan bahwa uang adalah alat, bukan tujuan. NUNOMICS.id mewujudkan prinsip ini: teknologi sebagai medium untuk mengakses stabilitas emas. Mengapa Ini Penting untuk Anda Hari Ini? Akuntabilitas Fiskal yang Hilang: Di bawah standar emas, pemerintah menghadapi batasan fundamental—mereka harus menjalankan anggaran berimbang karena setiap lembar mata uang harus di-backing oleh emas fisik. Ludwig von Mises menyebutnya sebagai “perlindungan terhadap pemerintah yang boros.” Tapi hari ini, dengan sistem fiat money, tombol “print money” praktis tanpa batas. Butuh dana stimulus? Print. Defisit membengkak? Print lagi. Dan siapa yang membayar tagihan ini? Rakyat—melalui inflasi yang menggerogoti daya beli secara diam-diam. Uang di rekening Anda tetap terlihat sama, tapi kemampuannya membeli barang berkurang setiap tahun. Ini bukan pajak resmi, tapi efeknya sama: transfer kekayaan dari kantong Anda ke kas negara. Financial Repression:  Alan Greenspan, mantan Ketua Federal Reserve AS, pernah menulis: “Deficit spending hanyalah skema untuk penyitaan kekayaan. Emas menghalangi proses berbahaya ini.” Ya, orang yang memimpin bank sentral paling powerful mengakui bahwa sistemnya adalah mekanisme transfer kekayaan terselubung. Dari 1945 hingga 1980, suku bunga riil negatif telah merugikan pemberi pinjaman sekitar 3-4% dari PDB per tahun—transfer masif dari penabung ke peminjam (pemerintah). Kalau Anda punya tabungan dengan bunga 3% tapi inflasi riil 5%, Anda sebenarnya kehilangan 2% daya beli per tahun—terus-menerus. Emas menjadi “musuh” sistem ini karena tidak bisa dimanipulasi: pemerintah tidak bisa mencetak emas, tidak bisa menurunkan “suku bunga emas.” Emas adalah opt-out dari permainan yang sedang Anda mainkan—bahkan tanpa tahu Anda sedang bermain. Stabilitas Jangka Panjang:  Mari bicara fakta keras: Sejak 1971, dolar AS telah kehilangan lebih dari 85% daya belinya—$100 di tahun 1971 hari ini hanya bernilai sekitar $15 dalam daya beli riil. Sementara itu, emas telah naik lebih dari 5,000% dalam periode yang sama, dari $35 per ounce menjadi lebih dari $2,000. Ini bukan karena emas “naik”—yang sebenarnya terjadi adalah mata uang fiat turun, dan emas hanya mencerminkan depresiasi itu. Ini bukan tentang spekulasi atau menjadi “gold bug” fanatik—ini tentang memahami permainan yang sedang dimainkan di belakang layar dan membuat keputusan yang melindungi kerja keras Anda dari erosi nilai yang sistematis. Karena pertanyaannya bukan “Apakah emas akan naik?” tetapi “Apakah mata uang Anda akan terus turun?”—dan sejarah 50 tahun terakhir sudah menjawabnya dengan sangat jelas. Tindakan Konkret untuk Sahabat NUNOMICS Sejarah telah berbicara melalui 26 abad: dari Code of Hammurabi hingga blockchain, dari Babilonia hingga bank sentral modern. Pertanyaannya bukan lagi “apakah emas relevan?” tetapi “seberapa besar porsi emas dalam portofolio Anda?” Bank sentral global tahu jawabannya—mereka memegang rata-rata 30% total cadangan mereka dalam bentuk emas yang tidak menghasilkan bunga. Jika penjaga sistem keuangan dunia menempatkan kepercayaan pada emas, mengapa Anda tidak? Di era ketidakpastian—inflasi yang merajalela, ketegangan geopolitik, dan manipulasi

Perjalanan Emas sebagai Mata uang : Pelajaran 4000 Tahun Lindungi Kekayaan yang tak pernah terinflasi Read More »

Nabung Emas Jadi Lebih Untung Bersama Golddrips dari Nunomics

Dalam Islam, menyimpan harta dalam bentuk emas adalah salah satu cara menjaga nilai, merencanakan masa depan, dan menghindari riba. Tapi bagaimana jika setiap kali kita menabung emas, kita juga diberi peluang untuk mendapatkan berkah tambahan dari Allah SWT lewat rezeki yang tak disangka-sangka? Golddrips dari Nunomics hadir sebagai cara baru menabung emas yang tidak hanya aman dan sesuai prinsip syariah, tapi juga membawa manfaat berlipat melalui cashback dan hadiah yang bisa menambah rezeki dalam hidupmu.   Beli Emas, Langsung Dapat Cashback Periode: 27 Maret 2025 – 31 Januari 2026 Setiap kali kamu menabung emas minimal Rp100.000, kamu langsung mendapatkan cashback emas yang akan otomatis masuk ke akun RPED-mu. Tidak ada syarat yang menyulitkan, tidak ada dana yang terkunci. Semuanya mudah dan transparan, sesuai prinsip keadilan dalam muamalah. Contoh cashback yang kamu dapat: Menabung Rp105.120 (0,01gr x 6) ➡️ Cashback Rp1.000 Menabung Rp1.752.015 (1gr) ➡️ Cashback Rp17.000 Menabung Rp177.017.026 (100gr) ➡️ Cashback Rp1.770.000 Tak ada batasan transaksi—semakin sering kamu menabung, semakin banyak rezeki yang mengalir. InsyaAllah.   Grand Prize Emas, Peluang Rezeki Lebih Besar Periode: 1 Juli 2025 – 31 Desember 2026 Allah Maha Kaya dan Maha Memberi. Melalui Golddrips, setiap transaksi emas yang kamu lakukan akan otomatis memberikan poin. Poin ini akan diundi untuk mendapatkan hadiah emas spektakuler yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah. 🏆 Emas senilai Rp250.000.000 🥈 Emas senilai Rp150.000.000 🥉 Emas senilai Rp100.000.000 Mungkin ini adalah cara Allah membalas usaha kamu dalam menabung dengan cara yang halal dan penuh keikhlasan. *S&K Berlaku. Selengkapnya   Top Gold Saver Periode: 1 Juli 2025 – 31 Desember 2025 Dalam Islam, istikamah adalah kunci keberhasilan. Golddrips dari Nunomics ingin mengapresiasi para pengguna yang konsisten menabung setiap bulan. Akan dipilih 4 penabung dengan transaksi terbanyak yang akan mendapatkan hadiah tunai setiap bulan. Hadiahnya: 🥇 Rp4.000.000 🥈 Rp3.000.000 🥉 Rp2.000.000 🏅 Rp1.000.000 Bisa dari transaksi besar, bisa dari yang kecil tapi sering. Semua dihitung, semua dihargai. *S&K Berlaku. Selengkapnya   Mengapa Harus Ikut Golddrips? Karena menabung emas bukan hanya soal dunia, tapi juga soal niat menjaga harta, mempersiapkan masa depan keluarga, dan menjauhi hal-hal yang dilarang agama. Golddrips adalah bentuk baru dari ikhtiar finansial yang lebih bernilai. Program ini cocok bagi kamu yang: ✅ Ingin menabung emas secara halal dan syariah ✅ Ingin rezeki tambahan tanpa ribet ✅ Ingin menjadi bagian dari komunitas keuangan Islami yang kuat dan berdaya   Waktunya Menjemput Rezeki dengan Cara yang Halal Kesempatan ini tidak datang dua kali. Golddrips bukan hanya program reward, tapi juga ikhtiar yang InsyaAllah membawa keberkahan. Ayo, mulai menabung emas bersama Nunomics hari ini dan rasakan sendiri manfaatnya! Semua transaksi diawasi dan disesuaikan dengan prinsip keuangan syariah. Cek syarat dan ketentuannya di sini!

Nabung Emas Jadi Lebih Untung Bersama Golddrips dari Nunomics Read More »

Berkomitmen Bentuk Dirjen untuk Pondok Pesantren, Menteri Agama RI Ungkap Peran Besar Ponpes Miftachussunnah Surabaya

Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Hari Santri dan Hari Lahir Pondok Pesantren (Ponpes) Miftachussunnah Surabaya yang ke 42 tahun, Kamis, 14 November 2024 Pondok Pesantren Miftachussunnah Surabaya selenggarakan Harlah dan istighosah kebangsaan dengan tema ‘Doa Kemaslahatan & Keselamatan Bangsa Indonesia’. Kegiatan yang dilaksanakan bertempat di Masjid Nasional Al-Akbar Jambangan Surabaya ini dihadiri oleh lebih dari 2000 peserta, yang terdiri dari para santri, mahasiswa, orang tua murid, masyarakat serta beberapa tamu undangan. Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Nasaruddin Umar menyampaikan komitmennya untuk segera membentuk Direktorat Jenderal (Dirjen) khusus yang akan menangani dan mengayomi pondok pesantren. Hal ini disampaikan Menag Nasaruddin saat menghadiri perayaan Harlah ke-42 Pondok Pesantren Islam Miftachussunnah. “Kementerian Agama segera membentuk Direktorat Jenderal yang akan mengurus sekaligus mengayomi pondok pesantren,” ucap Nasaruddin saat memberikan sambutan di acara Harlah Ponpes Miftachussunnah Surabaya (14/11/2024). Dalam kesempatan yang sama Menag juga menekankan bahwa kini saatnya pondok pesantren merebut kembali masa kejayaannya, “Sudah waktunya pesantren menjadi tuan rumah di tanah airnya sendiri,” tambahnya. Selain Nasaruddin, turut hadir juga ketua umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf beserta jajaran Nahdlatul Ulama (NU), Pengasuh Ponpes Miftachussunnah sekaligus Rais Aam PBNU, K.H. Miftachul Akhyar. Event Harlah Miftachussunnah didukung penuh oleh Kinesis Monetary Indonesia, Bullion Ecosystem International dan Jakarta Futures Exchange untuk dapat lebih mengembangkan teknologi yg semakin bermanfaat utk pengembangan kualitas pendidikan yg semakin modern dan berkelas global bagi Pondok Pesantren Miftachussunnah Surabaya terutama model pendanaan pendidikan Santri utk dapat mengakses pendidikan yg berkelas dunia. Pada kegiatan ini dilakukan juga pemberian syahadah kepada puluhan santri yang telah berhasil menghafal kitab suci Al-quran. Tidak hanya itu, dikenalkan juga inovasi santri Ponpes Miftachussunnah Surabaya, yakni aplikasi yang dapat memberikan kemudahan dan membuat nabung emas menjadi lebih praktis, aman dan sesuai syariah yang diberi nama NUNOMICS. Transaksi fisik emas dalam bursa JFXGOLD X yang dapat dilakukan secara digital melalui aplikasi NUNOMICS merupakan inovasi anak bangsa yang tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk persiapan dana masa depan dan aset untuk lindung nilai, tetapi NUNOMICS juga memberi dukungan beribadah dengan tenang dan berkah melalui fitur Gold to Mecca nya. “Hari ini bertepatan dengan hari lahirnya Miftachussunnah kita mulai bergerak dengan perkembangan zaman, jadi pondok pesantren Miftachussunnah juga sudah mulai merilis NUNOMICS Miftachussunnah. Platform ini hadir untuk generasi muda, supaya mereka sudah mulai berpikir untuk masa depan dengan menabung khususnya menabung fisik emas.” Ucap Norhadi MM – Pimpinan Ponpes Miftachussunnah Surabaya kepada tim MetalNews saat ditemui di Masjid Al-Akbar Surabaya. Turut hadir Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah Jawa Timur, Emil Dardak. Saat ditemui di Harlah ke-42 Ponpes Miftachussunnah beliau menyampaikan apresiasinya terhadap lahirnya aplikasi NUNOMICS sebagai inovasi yang dapat menjadi pelayanan prima bagi kegiatan dan amal usaha pondok pesantren Miftachussunnah. “NUNOMICS bukan mengkonversi pesantren semata-mata menjadi lembaga ekonomi, tetapi bagaimana kiprah pesantren di tengah masyarakat akan semakin teramplifikasi manakala kita bisa menggaungkan tata niaga dan tata berusaha yang menggambarkan nafas keislaman. Saya sebagai ketua masyarakat ekonomi syariah Jawa Timur, tentu merasa sangat berbangga melihat salah satu pondok pesantren di jawa timur bisa melahirkan NUNOMICS, termasuk tabung haji dan umroh yang memiliki lindung nilai dari dinamika yang terkait nilai tukar mata uang.” ucap Emil pada (14/11/2024). “Teknologi yang diterapkan berbasis kecerdasan buatan yang menjadi layanan yang sangat prima bagi kegiatan atau amal usaha pondok pesantren miftachussunnah.” tambahnya. Melalui pelaksanaan Harlah ke-42 ini diharapkan kedepannya pondok pesantren Miftachussunnah dapat terus berkembang dan selalu berjalan mengikuti kemajuan teknologi tanpa melupakan balutan unsur keislaman di dalamnya. Melalui NUNOMICS Ponpes MIftachussunnah membuktikan bahwa pondok pesantren dapat berkontribusi dalam memberikan inovasi guna mendukung sektor digital ekonomi syariah di Indonesia. Media Referensi :

Berkomitmen Bentuk Dirjen untuk Pondok Pesantren, Menteri Agama RI Ungkap Peran Besar Ponpes Miftachussunnah Surabaya Read More »

Rois Aam PBNU Dorong Bangkitkan Ekosistem Digital Syariah Melalui NUNOMICS

“Kemajuan teknologi digital menjadi pendorong ekosistem ekonomi syariah lebih baik, sehingga penguatan sektor ekonomi digital menjadi bagian strategi utama dalam mendorong perkembangan ekonomi syariah di Indonesia,” demikian dikatakan KH Miftachul Akhyar Rois Aam PBNU Sabtu, 18 Mei 2024 saat Halal Bihalal dengan tema “Sucikan Hati, Kuatkan Ekonomi dan Tali Silaturahmi” yang bertempat di Pondok Pesantren Miftachus Sunnah (PP MS) , Kedung Tarukan 100 Surabaya. Menurut KH Miftah yang juga Pengasuh Pondok pesantren Miftachus Sunnah, ketika ekonomi syariah terus berkembang sudah barang tentu ditopang oleh perkembangan ekonomi digital Indonesia. Lebih lanjut dikatakan KH Miftah, Pondok Pesantren harus siap menyikapi perkembangan zaman ini, Seperti Miftachus Sunnah Pondok pesantren yang siap untuk mencetak generasi muda Islam Mandiri, Berakhlakul Karimah serta berdaya saing Global ini juga menjawab tantangan mendatang dengan meluncurkan NUNOMICS Miftachus Sunnah. Tasyakuran yang juga soft launching aplikasi NUNOMICS yang merupakan bagian dari komitmen generasi-generasi masa depan pesantren dan terutama generasi muda Nahdlatul Ulama dalam proses adaptasi terhadap tantangan masa depan yang terus bertransformasi untuk menghadapi perkembangan zaman. Norhadi MM Pimpinan Ponpes Miftachus Sunnah II Lakarsantri Surabaya yang juga salah satu Inisiator NUNOMICS menambahkan, hadirnya NUNOMICS MS sebagai fitur transaksi fisik emas secara digital di dalam bursa pertama Pondok Pesantren di Indonesia, diyakini sebagai awal kebangkitan ekosistem digital syariah di Indonesia. “Hal ini terjadi agar ummat berdaya, pesantren berdaya dengan kemandirian ekonomi, yang akan memacu bangsa ini dapat berdaya saing,” tambahnya. Ditambahkan Norhadi , NUNOMICS tidak menawarkan emas digital, melainkan fisik emas dengan tingkat kemurnian 999,9 yang ditransaksikan menggunakan harga pasar dunia. Penggunaan harga pasar dunia membuat harga fisik emas pada aplikasi NUNOMICS menjadi lebih dinamis sehingga cocok untuk jangka panjang maupun jangka pendek. Transaksi fisik emas NUNOMICS MS dapat dilakukan mulai dari 0,01 gram, hal ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat untuk melakukan transaksi fisik emas. Transaksi fisik emas pada aplikasi NUNOMICS diawasi langsung oleh Bappebti sebagai lembaga regulasi, Jakarta Futures Exchange (JFX) sebagai lembaga bursa, Kliring Berjangka Indonesia (KBI) sebagai lembaga kliring fisik komoditi, Kinesis Monetary Indonesia dan PT Pos Indonesia sebagai pengelola tempat penyimpanan fisik emas, serta ABI Komoditi Berjangka sebagai perantara perdagangan. Tidak hanya transaksi fisik emas, kedepan NUNOMICS akan menyediakan layanan Umroh dan Haji yang bernama Gold to Mecca. Melalui Gold to Mecca calon jamaah bisa melakukan pembayaran paket umroh dah Haji dengan menggunakan sistem menabung fisik emas yang dikumpulkan bertahap sesuai target yang dibutuhkan serta kemampuan keuangan masing-masing jamaah. Dengan Gold to Mecca calon jamaah bisa menabung dengan tenang karena dana tunai dan fisik emasnya disimpan secara terpisah atas nama kepemilikan masing-masing, sehingga dapat melindungi jamaah dari tindakan penipuan dan kejahatan lainnya. Ketua Asosiasi Pengusaha Kalianak H Khoirul Huda menambahkan, hadirnya NUNOMICS MS memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk dapat mengakses langsung ke pasar (direct market access) perdagangan logam murni internasional. “NUNOMICS MS menjadi langkah lanjutan Pondok Pesantren Miftachus Sunnah terhadap pembangunan masyarakat yang Inklusif, Adil dan Berlandaskan pada nilai-nilai Islam yang Rahmatan Lil Alamin,” pungkasnya. Umat Berdaya, Pesantren Berdaya, NKRI Berdaya Saing!Sabtu, 18 Mei 2024

Rois Aam PBNU Dorong Bangkitkan Ekosistem Digital Syariah Melalui NUNOMICS Read More »

Scroll to Top