Gold

Pelantikan Donald Trump Bawa Harga Emas Terbang Tinggi

Jakarta, MetalNews Digital – Pelantikan presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump membawa harga emas dunia mengalami penguatan. Penguatan harga yang terjadi ditopang oleh melemahnya dolar AS serta adanya potensi ketidakpastian pengenaan tarif perdagangan AS. Pelemahan yang terjadi pada dolar AS memberikan dampak positif terhadap harga emas. Pembelian emas dikonversi ke dolar, sehingga terjadinya pelemahan dolar seperti saat ini membuat harga emas menjadi murah dan mudah untuk dibeli sehingga permintaannya mengalami peningkatan. “Pergerakan (emas) sebagian besar dipengaruhi oleh ancaman tarif AS yang menyeluruh setelah pelantikan Trump. Informasi mengenai tarif potensial ini baru datang sedikit demi sedikit,” kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities, kepada Reuters dikutip dalam CNBC Indonesia. Pelantikan Trump membuat indeks dolar melemah ke angka 108,089 dari yang sebelumnya di posisi 109,347. Umumnya, ketika dolar AS mengalami pelemahan maka imbal hasil yang ditawarkan pemerintah akan ikut menurun. Namun hal ini justru membawa pengaruh baik terhadap harga emas. Sepanjang perjalanan perdagangan bulan Januari tahun 2025, emas fisik JFXGOLD X yang ditransaksikan menggunakan harga pasar dunia telah mengalami peningkatan sebanyak 3,14% per troy ounce atau Rp. 80.000/gram. Penguatan yang terjadi pada perdagangannya hari ini berhasil membawa emas fisik JFXGOLD X menempati posisi US$. 2.762,63 per troy ounce atau Rp. 1.450.908 per gram. Naiknya harga emas di tengah pelemahan yang sedang dialami oleh dolar semakin menegaskan peran emas sebagai aset safe haven. Perannya sebagai aset untuk melindungi suatu nilai dari inflasi, membuat emas masih menjadi pilihan banyaknya masyarakat untuk melindungi aset, memulai investasi dan mempersiapkan dana untuk masa depan. Rincian harga emas fisik JFXGOLD X 22 Januari 2025 :

Pelantikan Donald Trump Bawa Harga Emas Terbang Tinggi Read More »

Pengaruh Tensi Politik untuk Emas Fisik JFXGOLD X

Jakarta, MetalNews Digital – Dolar Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan dan imbal hasil Treasury AS meningkat membuat harga emas dunia memasuki fase stabil. Meskipun demikian adanya ketidakpastian terkait rencana tarif Presiden terpilih AS menarik perhatian pasar. Pada tahun 2024 harga emas dunia mengalami goncangan yang luar biasa, hal ini mempengaruhi perdagangan emas fisik JFXGOLD X yang transaksinya menggunakan harga pasar dunia. Pada awal tahun 2024 harga emas fisik JFXGOLD X dibuka dengan posisi US$ 2.083,25 per troy ounce atau Rp. 1.035.585 per gram. Kenaikan harga yang terjadi pada awal tahun 2024 ini disebabkan adanya harapan Bank Sentral Amerika Serikat The Federal Reserve yang dapat memangkas suku bunga pada awal Maret 2024. Tidak hanya itu, adanya permintaan aset safe haven yang cukup tinggi serta melemahnya dolar karena investor menunggu hasil pemilu AS membuat harga emas dunia mengalami lonjakan. Perdagangan awal tahun yang dibuka dengan harga tinggi akhirnya berhasil membawa harga emas fisik JFXGOLD X meningkat sebanyak 27% dalam waktu satu tahun. Lonjakan yang terjadi pada harga emas dunia tidak lain karena adanya pemotongan suku bunga acuan, aksi borong berbagai bank sentral serta tensi geopolitik yang tinggi. Beberapa faktor ini diyakini masih akan terus berlanjut pada perdagangan 2025. Dilansir dari Bloomberg Technoz, tahun ini ada penambahan sentimen baru yaitu ekspektasi kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Donald Trump. Seperti misalnya penerapan bea masuk tinggi terhadap produk-produk impor akan membuat harga barang dan jasa di AS menjadi naik dan menyebabkan tekanan inflasi sehingga bank sentral sulit memberi kelonggaran ada kebijakan moneter yang lebih jauh. Meskipun begitu, sepertinya emas masih akan mendapatkan tempat tersendiri. Emas masih akan menjadi pilihan diversifikasi portofolio, melindungi dari gejolak di pasar keuangan. “Diversifikasi ke emas masih akan menjadi tren. Kami juga memperkirakan emas masih akan menarik bagi bank sentral dan para keluarga konglomerat,” kata Greg Sharenow, Manajer Portofolio di Pacific Investment Management Co, seperti dikutip dari Bloomberg News. Awal tahun 2025 emas fisik JFXGOLD X membuka perdagangannya dengan harga US$ 2.678,33 per troy ounce atau Rp. 1.370.662 per gram. Namun setelah satu minggu berlalu, harga emas fisik JFXGOLD X kembali mengalami penurunan sebanyak 0,99% dan membawa harga nya menempati posisi US$ 2.651,77 per troy ounce atau Rp. 1.357.710 per gram. Dibalik penurunan yang terjadi pada perdagangan hari ini (7/1/2024), harga emas fisik JFXGOLD X sempat mengalami kenaikan sebanyak Rp. 19.000 per gram pada perdagangannya di hari Jumat (3/1/2024). Ritme naik turun yang terjadi pada pergerakan harga emas memang sering kali membuat khawatir para investor, tetapi seperti yang diketahui bersama bahwa harga emas tidak pernah turun melainkan selalu bergerak naik. Hal inilah yang akhirnya membuat emas sebagai instrumen investasi yang cocok untuk jangka panjang.

Pengaruh Tensi Politik untuk Emas Fisik JFXGOLD X Read More »

Jangan Sampai Menyesal Belum Beli Saat Harga Turun, Fisik Emas JFXGOLD X Siap Terbang Sambut Natal dan Tahun Baru

Jakarta, MetalNews Digital – Jelang perayaan natal dan tahun baru (Nataru), harga emas dunia bersiap naik. Lonjakan harga pada emas dunia yang terjadi pada perdagangan pagi ini tidak serta merta dikarenakan perayaan nataru saja, tetapi hal lain yang mempengaruhinya adalah data inflasi pengeluaran pribadi warga Amerika Serikat (PCE) yang menunjukan angka lebih rendah, serta adanya penurunan tajam indeks dolar AS hingga imbal hasil Treasury. Pagi ini Senin (23/12/2024) harga fisik emas JFXGOLD X menempati posisi US$ 2.638,31 atau Rp. 1.351.155 per gram. Kenaikan harga tersebut melanjutkan lonjakan tajam yang terjadi pada hari Jumat (20/12/2024) yakni US$ 2.613.26 per troy ounce atau Rp. 1.338.043 per gram. Lonjakan ini membawa harga fisik emas JFXGOLD X mengalami kenaikan sebesar 0,95% per troy ounce atau Rp. 13.112 per gram. Inflasi PCE yang rendah membuat ekspektasi The Fed melunak akan semakin besar. Hal inilah yang membuat dolar melemah sehingga terjadi penguatan pada harga emas dunia. “Tidak hanya data PCE, data pendapatan pribadi, dan data pengeluaran pribadi semuanya keluar lebih lemah dari yang diharapkan. Kami melihat orang-orang kembali ke pasar emas di sini dan membangun kembali posisi,” ujar Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures, dikutip dari Reuters dalam CNBC Indonesia. “Sekarang tiba-tiba beralih dari dua pemotongan suku bunga yang sudah diperhitungkan, yang menyebabkan aksi jual emas, sekarang muncul kembali kemungkinan tiga pemotongan suku bunga dalam kebijakan yang lebih akomodatif, tetapi masih terlalu dini untuk mengatakannya,” tambah Streible. Dilansir dari CNBC Indonesia, selain adanya pelemahan pada Dolar AS yang terjadi pada pekan lalu, namun sejarah menunjukan bahwa harga emas dunia memang selalu naik menjelang Natal. Dalam 10 tahun terakhir sepanjang natal, harga emas dunia mengalami penguatan sebanyak delapan kali dan hanya dua kali mengalami pelemahan. Merujuk pada data Refinitiv, emas biasanya mulai mengalami kenaikan pada minggu ketiga bulan Desember.

Jangan Sampai Menyesal Belum Beli Saat Harga Turun, Fisik Emas JFXGOLD X Siap Terbang Sambut Natal dan Tahun Baru Read More »

Bank Sentral AS Bersiap Pangkas Suku Bunga

Jakarta, MetalNews Digital – Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve atau The Fed memberikan sinyal untuk melakukan pemangkasan suku bunga. Pemangkasan suku bunga ini diprediksi akan dilakukan sebesar 25 basis poin dalam pertemuan Federal Open Market Committee pada Rabu (18/12/2024). Dilansir dari Bloomberg Technoz saat ini ekonomi Amerika Serikat sudah lebih tangguh dari yang diperkirakan oleh para pejabat pada pertemuan beberapa bulan lalu. Data terbaru menunjukan inflasi menurun lebih lambat dari yang diperkirakan serta pasar tenaga kerja tidak mengalami pelemahan sebesar yang dikhawatirkan. Berdasarkan hal tersebut, Kepala Ekonom SGH Macro Advisors Tim Duy meyakini para pejabat The Fed akan menurunkan suku bunga acuan lebih lambat pada Federal Open Market Committee (FOMC) di Desember ini. The Fed diprediksi akan memangkas suku bunga 25 basis poin (bps). “Semakin mendekati batas atas estimasi tersebut, akan masuk akal dari perspektif The Fed untuk bergerak lebih lambat sambil menilai posisinya dalam siklus kebijakan,” kata Tim Duy dikutip dari Bloomberg, Rabu (18/12/2024). Penurunan suku bunga jika terjadi sesuai perkiraan akan membawa suku bunga dana federal ke rentang target 4,25% hingga 4,%, satu point presentase lebih rendah dibandingkan bulan September ketika pejabat mulai melakukan pemotongan suku bunga. Keputusan The Fed akan diumumkan siang ini waktu Washington. Saat ini para investor masih menunggu bagaimana kebijakan para pejabat the fed di hari ini, apakah perkiraan terkait pemangkasan suku bunga sebanyak 25 bps akan terjadi atau bahkan sebaliknya?. Namun kondisi penantian hasil dari FOMC hari ini membawa harga emas dunia terombang-ambing. Misalnya saja pada hari ini, Rabu (18/12/2024) harga fisik emas JFXGOLD X berada di posisi US$. 2.660,15 per troy ounce atau Rp. 1.362.028 per gram. Harga tersebut sudah mengalami penurunan sebanyak 0,95% jika dibandingkan dengan perdagangannya di minggu lalu. Nantikan kabar terbaru dari FOMC The fed, simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

Bank Sentral AS Bersiap Pangkas Suku Bunga Read More »

Lanjutkan Koreksi, Fisik Emas JFXGOLD X Turun Lagi

Jakarta, MetalNews Digital – Harga emas dunia kembali melanjutkan pelemahannya. Pada perdagangan hari ini Rabu (5/12/2024) fisik emas JFXGOLD X menempati posisi US$ 2.664,15 per troy ounce atau Rp. 1.364.106 per gram. Kondisi seperti ini membuat para investor semakin bersiap untuk menghadapi informasi terbaru dari pidato chairman Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed). Pidato tersebut memiliki potensi untuk memberikan kejelasan mengenai prospek kebijakan moneter bank sentral yang tentunya dapat memberikan pengaruh pada pergerakan harga emas dunia. Dilansir dari Investing.com, menyambut pidato Chairman The Fed yang akan diselenggarakan pada Kamis dini hari waktu Indonesia, beberapa pejabat The Fed memberikan komentar. Misalnya saja Christopher Waller yang menyatakan dukungannya untuk pemangkasan suku bunga bulan ini, semantara Presiden Bank Fed New York John Wiliams menyerahkan pergeseran bertahap ke arah kebijakan yang netral. Tentunya komentar dari beberapa pejabat The Fed ini mengangkat ekspektasi pasar akan adanya pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan The Fed mendatang. Kondisi harga emas dunia saat ini membuat emas tertahan di zona bearish. Hal ini dilihat berdasarkan Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 48,03, dimana jika RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang berada di zona bearish. Dilansir dari CNBC Indonesia, kondisi saat ini membawa perhatian para investor kepada sejumlah data penting yang dapat mempengaruhi harga emas, diantaranya seperti inflasi pengeluaran pribadi warga AS atau PCE, data pertumbuhan ekonomi, hingga pidato Chairman Jerome Powell pada Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan diselenggarakan dini hari nanti. “Saya masih memperkirakan pemotongan suku bunga sebesar 25 bps pada Desember, tetapi pejabat The Fed baru-baru ini menunjukkan nada yang lebih hati-hati menjelang 2025, yang bisa menjadi hambatan bagi emas,” kata Peter Grant, wakil presiden dan kepala strategis logam di Zaner Metals, dikutip dari Reuters. Rincian harga fisik emas JFXGOLD X 4 Desember 2024 : Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

Lanjutkan Koreksi, Fisik Emas JFXGOLD X Turun Lagi Read More »

Menunggu Pidato Chairman The Fed, Mau Dibawa Kemana Harga Emas?

Jakarta, MetalNews Digital – Membuka perdagangan bulan Desember harga emas dunia masih anjlok. Penurunan harga emas dunia tidak lain karena dampak kenaikan dolar AS pasca terpilihnya Donald Trump, kemenangan ini membawa greenback yang lebih kuat. Pelemahan harga emas yang juga terjadi pada minggu lalu didorong oleh berkurangnya minat terhadap aset safe haven yang menyusul kesepakatan gencatan senjata pada minggu ini yang ditengahi oleh AS antara Israel dan Hizbullah. Berdasarkan notulen FOMC bulan lalu, Chairman Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell akan berpidato pada Kamis (5/12/2024) pukul 01.45 WIB. Pidato ini sangat ditunggu-tunggu, saat ini para investor sedang menunggu sinyal mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed. Dilansir dalam CNBC Indonesia, dalam notulen dari pertemuan Federal Open Market (FOMC) pada bulan November, pejabat The Fed menyampaikan bahwa inflasi saat ini sedang lambat dan pasar tenaga kerja tetap kuat. Hal ini memungkinkan adanya pemotongan suku bunga lebih lanjut meskipun dilakukan secara bertahap. Dalam keterangan tersebut disampaikan bahwa para pejabat merasa nyaman dengan lajunya inflasi yang masih berada di atas target 2% yang ditetapkan oleh The Fed. “Dalam membahas prospek kebijakan moneter, peserta memperkirakan bahwa jika data sesuai dengan harapan, dengan inflasi yang terus menurun secara berkelanjutan menuju 2% dan ekonomi tetap berada dekat dengan kondisi pekerjaan maksimum, maka kemungkinan besar akan tepat untuk bergerak secara bertahap menuju kebijakan yang lebih netral dari waktu ke waktu,” dikutip dari notulen FOMC bulan lalu. Pelemahan harga emas dunia yang masih terjadi sampai dengan perdagangan hari ini, membawa harga fisik emas JFXGOLD X menduduki posisi US$ 2.641.85 per troy ounce atau Rp. 1.352.594 per gram. Jika dibandingkan dengan harga pada perdagangan minggu lalu tepatnya hari Jumat (29/11/2024) harga pada perdagangan hari ini mengalami pelemahan sebanyak 1,38% per troy ounce. Meskipun demikian jika ditarik kebelakang, pergerakan harga fisik emas JFXGOLD X selama lebih dari 11 bulan ini telah berhasil mengalami kenaikan sebanyak 30%, tentunya kenaikan ini tidaklah sedikit. Rincian harga fisik emas JFXGOLD X 2 Desember 2024 : Simak informasi lainnya hanya di MetalNews.

Menunggu Pidato Chairman The Fed, Mau Dibawa Kemana Harga Emas? Read More »

Apakah Fisik Emas JFXGOLD X Berada dalam Zona Bearish?

Jakarta, MetalNews Digital – Sebagai emas yang transaksinya menggunakan harga pasar dunia, fisik emas JFXGOLD X saat ini masih menjadi emas dengan harga terendah. Pada bulan November sendiri fisik emas JFXGOLD X sudah mengalami penurunan dan peningkatan yang cukup sering, dalam hitungan hari saja fisik emas JFXGOLD X berhasil mengalami kenaikan sebanyak 2,10% per troy ounce, meskipun begitu harga nya kembali turun pada perdagangan selanjutnya. Misalnya saja perdagangan hari ini Kamis (28/11/2024) harga nya menempati posisi US$ 2.641,9 per troy ounce atau Rp. 1.352.913 per gram. Harga tersebut telah mengalami pelemahan sebesar 1,6% per troy ounce sejak harga tertinggi terakhirnya pada perdagangan di hari Senin (25/11/2024). Melansir dari Bloombergtechnoz.com, secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas belum bisa keluar dari zona bearish atau kondisi di mana harga nya mengalami penurunan. Dilihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 46,41 yang menandakan bahwa RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang berada di dalam posisi bearish. Update data ekonomi terbaru di Amerika Serikat (AS) menjadi pemberat bagi laju harga emas. Tadi malam waktu Indonesia, US Bureau of Economic Analysis merilis data belanja konsumen (personal spending) di Amerika Serikat (AS) periode Oktober. “Kami melihat koreksi harga emas terjadi sebagian karena pertumbuhan personal spending. Jika konsumen masih kuat, meski berhadapan dengan inflasi, maka ada ketahanan di sana,” kata Phillip Streible, Chief Market Strategist di Blue Line Futures, sebagaimana dikutip dari Bloomberg News. Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) ragu untuk menurunkan suku bunga acuannya secara agresif. Padahal emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan saat suku bunga turun, karena ikut menurunkan opportunity cost, lanjut Steible. Pelemahan harga emas juga terjadi karena munculnya kabar yang menyebutkan Israel-Hezbullah yang sudah semakin dekat dengan kesepakatan gencatan senjata. Dilansir dari CNBC Indonesia, pelemahan harga emas juga dipicu oleh aksi profit taking dimana ada kelelahan pembelian pasca-reli di pekan lalu. Adanya indeks dolar AS yang juga sempat terbang ke level tertinggi selama dua tahun ini semakin membebani emas. “Laporan yang menyebutkan bahwa Israel dan Lebanon telah menyepakati syarat-syarat perjanjian untuk mengakhiri konflik Israel-Hezbollah semakin menurunkan harga emas.” Tutur Daniel Ghali, analis komoditas di TD Securities, kepada Reuters. Pelemahan harga emas yang terjadi saat ini tidak serta merta memberikan tren negatif pada perdagangannya, tetapi adanya pelemahan harga justru bisa dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan transaksi pembelian, mengingat adanya kesempatan emas dunia yang akan menempati posisi tertingginya pada tahun depan.

Apakah Fisik Emas JFXGOLD X Berada dalam Zona Bearish? Read More »

Dalam Satu Minggu Harga Fisik Emas JFXGOLD X Berhasil Naik 2,85%

Jakarta, MetalNews Digital – Fisik emas JFXGOLD X kembali cetak rekor tertinggi sepanjang masa. Kali ini di tengah kondisi ketegangan yang terjadi di Timur Tengah serta adanya penantian pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS), harga emas dunia bergerak melesat hingga tembus di kisaran US$ 2.700 per troy ounce. Jika dilihat berdasarkan harga pada perdagangannya pagi ini, fisik emas JFXGOLD X hanya perlu tambahan beberapa poin untuk sampai ke posisi US$ 2.800 per troy ounce, karena pada pagi hari ini Rabu (23/10/2024) harga fisik emas JFXGOLD X menduduki posisi US$. 2.753,03 per troy ounce atau Rp. 1.383.671 per gram. Jika dibandingkan dengan harga pada perdagangan minggu kemarin, tepatnya pada hari Senin (14/10/2024) fisik emas JFXGOLD X berhasil mengalami kenaikan sebanyak 2,85% per troy ounce atau Rp. 39.812 per gram. Seperti yang diketahui bahwa harga fisik emas JFXGOLD X sejalan dengan kondisi atau pergerakan ekonomi dunia, ada pula beberapa faktor yang mempengaruhi naiknya harga fisik emas JFXGOLD X saat ini adalah peningkatan permintaan aset safe haven yang didorong dengan ketidakpastian pemilu AS dan geopolitik di Timur Tengah, serta adanya ekspektasi kelonggaran kebijakan moneter AS lebih lanjut untuk memperkuat lonjakan fisik emas. Jika melihat pada pergerakan fisik emas JFXGOLD X selama beberapa bulan terakhir ini, JFXGOLD X telah mencapai level tertingginya sepanjang masa selama beberapa kali, capaian level tertinggi ini sudah meningkat lebih dari 30% sepanjang tahun 2024. Secara keseluruhan jika dilihat berdasarkan pergerakan fisik emas JFXGOLD X yang transaksinya menggunakan harga pasar dunia, adanya tren kenaikan emas akan tetap terjaga seiring dengan ketegangan yang terus meningkat di Timur Tengah. Dengan situasi pasar yang tidak menentu dan kemungkinan penyesuaian lebih lanjut, harga emas akan tetap berhasil untuk menarik investor. Meskipun dipengaruhi dengan adanya dinamika geopolitik atau pergerakan nilai tukar global, namun emas memiliki potensi yang cukup kuat untuk mempertahankan posisinya sebagai lindung nilai. Dikutip dari bloombergtchnoz.com Ahli strategi komoditas ING Bank NV mengatakan “Kami percaya gambaran makro, dikombinasikan dengan permintaan safe-haven di tengah eskalasi ketegangan di Timur Tengah dan perang yang sedang berlangsung di Ukraina, akan mendorong emas ke level tertinggi baru,” kata Ewa Manthey, ahli strategi komoditas di ING Bank NV. Emas kemungkinan akan berkinerja baik terlepas dari hasil pemilu AS, pungkas dia.

Dalam Satu Minggu Harga Fisik Emas JFXGOLD X Berhasil Naik 2,85% Read More »

Turun 6 Hari Berturut-turut, JFXGOLD X Berhenti Cetak Rekor?

Jakarta, MetalNews Digital – Harga emas dunia baru-baru ini kembali menyita perhatian investor melalui pergerakan harganya yang terus mencetak rekor. Kondisi yang membuat investor berbondong-bondong melakukan transaksi penjualan ini berhasil membawa fisik emas JFXGOLD X mengalami peningkatan lebih dari 30% pada perjalanan perdagangannya dari awal tahun sampai dengan saat ini. Sempat diperkirakan pergerakan harganya akan mencapai posisi US$ 3000 per troy ounce pada pertengahan tahun depan, tetapi hal ini tidak serta merta membuat pergerakan harganya terus mengalami peningkatan, misalnya saja pada enam hari kebelakang harga emas dunia seolah berhenti mencetak rekor melalui pergerakan harganya yang kian melemah. Kamis 10 Oktober 2024 ini harga fisik emas JFXGOLD X menduduki posisi US$ 2.630.26 per troy ounce atau Rp. 1.325.887 per gram, harga tersebut telah mengalami penurunan sebanyak 1,75% per troy ounce. Melansir dari Kitco.com, penurunan harga emas untuk enam hari berturut-turut dipicu oleh penguatan dolar dan berkurangnya ekspektasi pemangkasan suku bunga yang lebih besar dari bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve pada bulan November. Adanya penguatan indeks dolar AS dan imbal hasil US Treasury berdampak negatif ke emas. Pembelian emas yang dikonversi ke dolar sehingga kenaikan dolar AS membuat emas menjadi semakin mahal untuk dibeli sehingga menyebabkan pengurangan minat yang membuat pembelian juga berkurang. “Pasar tidak bergerak karena data tenaga kerja yang luar biasa mungkin memerlukan penyesuaian oleh Federal Open Market Committee (FOMC). Itulah sebabnya emas tidak banyak bergerak dan tampaknya turun untuk sesi keenam berturut-turut, meskipun penurunannya modest,” kata Tai Wong, trader logam independen berbasis di New York, dikutip dalam CNBC Indonesia. “Dolar telah melesat dalam beberapa sesi terakhir, yang menambah tekanan turun pada emas,” tambahnya. Simak informasi selengkapnya hanya di MetalNews!

Turun 6 Hari Berturut-turut, JFXGOLD X Berhenti Cetak Rekor? Read More »

JFXGOLD X Memasuki Fase Stabil, Tapi Stabil Naik …

Jakarta, MetalNews Digital – Sebagai fisik emas yang transaksinya dilakukan di dalam bursa dengan menggunakan harga pasar dunia, harga fisik emas JFXGOLD X terus unjuk gigi. Setelah berhasil mencetak rekor pada pembukaan perdagangannya awal bulan ini, kemudian sempat mengalami sedikit goncangan pada pertengahan bulan September, namun fisik emas JFXGOLD X berhasil kembali terbang dan mempertahankan posisi nya sampai dengan saat ini. Pergerakan harga fisik emas JFXGOLD X yang terus menyita perhatian publik membuat para pelaku pasar bimbang untuk mempertahankan fisik emas yang dimilikinya atau memilih untuk menjual. Meskipun stagnan, tetapi harga fisik emas JFXGOLD X terus mencetak harga tertinggi sepanjang sejarah. Misalnya saja pada perdagangannya pagi ini Rabu (25/9/2024) harga fisik emas JFXGOLD X berhasil menduduki posisi US$ 2.679.2 per troy ounce atau Rp. 1.302.292 per gram. Jika dilihat berdasarkan pergerakan harganya yang terus meningkat, rasanya prospek harga fisik emas JFXGOLD X masih cerah sampai beberapa waktu mendatang. Terlebih setelah Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) yang telah melakukan pemotongan terhadap suku bunga nya melalui Federal Open Market Committee (FOMC) yang dilakukannya minggu ini. Sepanjang tahun 2024 ini harga fisik emas JFXGOLD X sudah terbang sejauh 26% terhitung sejak Januari sampai dengan bulan September 2024 ini. “Sepertinya harga emas masih akan bergerak ke atas. Dolar AS melemah, suku bunga bergerak turun, dan ada ketidakpastian geopolitik. Ini semua membuat emas menjadi atraktif bagi investor,” kata Matt Miskin dari John Hancock Investment Management, seperti dikutip dari Bloomberg News. Harga Fisik Emas JFXGOLD X Hari Ini : Melansir dari kinesis money, logam mulia kuning saat ini berhasil memulihkan goyangan pasca FOMC yang membawanya ke level tertinggi sepanjang masa. Meskipun harga nya meningkat akan tetapi permintaan menabung emas tetap kuat, seperti yang dilaporkan oleh Commitments of Traders (CoT) CFTC terbaru yang menunjukan bahwa kontrak berjangka emas spekulatif telah kembali ke level ‘Covid Shock’ pada bulan Maret 2023. Sementara itu data ETF/ETC fisik emas menunjukan berlanjutnya arus masuk bersih selama bulan September.

JFXGOLD X Memasuki Fase Stabil, Tapi Stabil Naik … Read More »

Scroll to Top